Kamis, 19 Januari 2012

Pengharapan Dalam Kristus (Filipi 3:17-21)

Pengharapan Dalam Kristus
Filipi 3:17-21

BANDUNG
Ev. Lahai Roi
Rasul Paulus memiliki kerinduan agar jemaat memiliki kehidupan yang berpadanan dengan Injil, semakin hari semakin mengenal Tuhan.
Filipi 3:2 mereka sebagai anjing-anjing pekerja yang jahat�manusia cenderung mengutamakan hal-hal yang lahiriah, tidak percaya pada kuasa Kristus yang menyelamatkan. Hanya ingin menampakkan legalitas agama semata-mata. Pengharapan seperti apakah yang dijelaskan oleh rasul Paulus: Pengharapan akan ANUGERAH keselamatan, ay. 20 ? karena kewarganegaraan di sorga, disitu menantikan Juruselamat. Keselamatan adalah anugerah dan tidak ada usaha diri kita pribadi.

Ev. Novi Harsono
Pengharapan dalam Kristus. Ada hidup ada harapan atau ada harapan ada hidup? Orang yang hidup seperti seteru Kristus itu sia-sia. Hidup dalam Kristus karena kita adalah warga negara sorga. Hidup dalam pengharapan adalah hidup dalam perjuangan dalam pengenalan akan Kristus.

Ev. Jan Agustanu
PENGHARAPAN DUNIA (:19)
� Hanya mengenyangkan perut.
� Hanya kemuliaan diri sendiri.
� Memberikan perpuluhan.
� Berdoa dan berpuasa.
� Hanya berfokus pada perkara duniawi.(3:4)
� Hal yang lahiriah. Contoh: Paulus yg mempunyai kebanggaan yg palsu/semu

PENGHARAPAN DALAM KRISTUS (:20-21)
� Pengharapan yang membebaskan.
� Pengharapan yang mengubah/ mentrasformasi.
� Pengharapan yang membawa ke sorga

Pdt. Handy Kurniawan
Pengharapan ? sesuatu yang kita inginkan atau harapkan untuk terjadi. Harapan akan membentuk sikap atau emosi, dan membuat untuk berusaha bagaimana mencapainya.
Pengharapan : segala sesuatu yang kita inginkan dapat menjadi kenyataan
Pengharapan:
- Mempengaruhi pola pikir.
- Mempengaruhi tingkah laku.
- Mempengaruhi kebiasaan.
Banyak kepercayaan manusia yang keliru, namun ketika membicarakan pengharapan akan sorga atau tentang Allah, selama menantikan untuk meraih pengharapan, Paulus memberikan nasehat agar mengikuti teladan nya yang menjadi pengikut Kristus, menghargai anugerah Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Bpk. Liu Wei Lin
Orang-orang yang berkewarganegaraan surgawi. Kebanggaan menjadi kewarganegaraan surgawi. Orang-orang yang menjadi seteru Kristus akan menuju kepada kebinasaan. Sedangkan ciri-ciri orang yang menjadi kewarganegaraan surgawi akan mendapatkan keselamatan. Orang yang menjadi seteru salib mereka terlihat aktif untuk mengejar keinginan mereka,. Sedangkan orang yang kedua terlihat pasif.
1. Kedudukan kita. Dulu orang berdosa, tapi sekarang status kita berubah menjadi warga negara surgawi
2. Di dalam kehidupan. Sebelum mengenal TY kehidupan kita sama dengan orang yang belum mengenal Tuhan, tetapi ketika mengenal TY kehidupan kta berubah, dan dapat menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Sangat penting kepastian dalam status, ketika dengan pasti kita menyadari status sebagai warga sorgawi, kita dapat mengejarnya sehingga kehidupan kita berpadanan dengan pengharapan itu.

Ev. Isabel Tong
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali. Kita fokus kepada Yesus sebagai Juruselamat tetapi juga, Ia adalah TUHAN atas semua. Kita menantikan kedatanganNya untuk mengubahkan kita (Filipi 4:8). Kisah 1:11, Cara Tuhan naik ke sorga dan akan datang dengan cara yang sama. Ciri orang Kristen adalah harus bersinar di tengah dunia yang bengkok ini, selama ada di dalam dunia, kita meninggikan Firman dan melakukan Firman.




Ev. Yung yung
Bagaimana menjadi warga negara sorgawi? Paulus menunjukkan teladan hidupnya, bagaimana sebagai orang Kristen, ketika menginginkan atau mengharapkan sesuatu kita harus mengejar apa yang menjadi kehendak Tuhan, apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.
Ev. Paulus
Paulus mengatakan: Ikutilah teladanku dan perhatikanlah orang yang hidup.. Tantangan hidup dapat membuat orang jauh dari Tuhan. Bagaimana orang Kristen menghadapi tantangan:
1) Mengingat keselamatan yang TY berikan
2) Mengingat kedatangan TY yang akan menegakkan keadilan terutama utk orang percaya.
Ini menjadi pengharapan bagi orang percaya utk menghadapi tantangan-tantangan dunia.

Pdt. Jahja Santosa
Surat ini ditujukan kepada orang percaya namun tidak bertumbuh. Paulus mengatakan: ikutilah teladan� teladan dalam apa?
1) Ay 4-8 Paulus sebenarnya memiliki sesuatu yang dapat ia banggakan, tetapi bagi Paulus dikatakan sampah dan tidak berarti.
2) Harus terus bertumbuh dan dibangun di atas dasar yang benar, maka akan membawa pengaruh
3) Kekristenan yang bertanggung jawab. Ia fokus kepada Kristus dan berlari menuju panggilan sorgawi.
Teladani aku dan perhatikan mereka ? konsistensi hidup akan membawa perubahan, Paulus tidak hanya mengajak melihat dia tapi juga melihat orang lain/keteladanan dalam komunitas.

sambil menangis..ada kepedihan bahwa sisi lahiriah sering menjebak manusia, seringkali kita mengaku Kristen tapi tidak memiliki kesaksian lahiriah. Segala sesuatu yang tertuju pada perkara dunia, maka kesudahannya adalah kebinasaan.

GARUT
Pdt. Susanto Liau.
Apa yang menurut anda dalam hidup ini yang paling bernilai dan paling penting? Ternyata dalam hidup ini uang, jabatan dan kesehatan penting. Namun yang terpenting adalah ketika kita memiliki pengharapan dan jaminan kepastian keselamatan di dalam Yesus Kristus. Apa yang harus dilakukan agar beroleh pengharapan keselamatan dalam Kristus?
-
1. Percaya dan mempercayakan hidup kepada Kristus. Ayat 20c? menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Orang yang sudah beriman kepada Kristus, akan beroleh status sebagai orang yang memiliki kewarganegaraan surga (Ayt. 20a). Itu berarti pengharapan akan jaminan keselamatan itu adalah pengharapan yang pasti. Kunci untuk menerima pengharapan itu hanya melalui iman kepada Kristus (Ef. 2:8-19; Tit. 3:5; Ibr. 11:6).

2. Menantikan kedatangan Kristus ke dua kalinya. Ayt. 20b? Dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus. Kedatangan Kristus adalah sebuah fakta dan janji Tuhan (Yoh.14:3; Kis. 1:11). Orang yang hidupnya menantikan kedatangan Kristus, ia akan selalu mawas diri, berhati-hati dan selalu waspada. Dia selalu sibuk membenahi hidupnya, karakternya, moralitasnya. Untuk itu, kita perlu berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Hidup di dalam iman, pengharapan dan kasih (Mat. 24:44; 25:13; Luk. 12:40; 1Kor. 13:13; 1Tes. 5:8).

3. Hidup bersaksi dan memuliakan Tuhan. Pada saat Paulus menulis surat ini, ia melihat bahwa ada banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi perilaku, gaya hidup, pikiran dan motivasi hidup mereka sama seperti orang-orang yang belum Kristen yang menuruti keinginan daging (Ayt. 18-19). Kata �seteru salib Kristus� dalam Alkitab (BIS) untuk ayat 18? bahwa ada banyak orang yang hidupnya merusak arti kematian Kristus disalib; (KJV) the enemies of the cross of Christ. Penekanan Paulus di sini adalah soal gaya dan perilaku hidup yang kontras dengan salib Kristus. Ciri dan tanda-tanda orang Kristen yang menjadi musuh salib Kristus adalah di ayat 19 adalah
? Hidup tidak berfokus kepada Tuhan, tetapi hanya berfokus kepada perkara jasmani, makanan.
? Hidup mengejar hiburan, kesenangan dan menuruti nafsu dosa (kemuliaan mereka ialah aib mereka). Kata �aib/ shame� a??s??�??/aischune�. Artinya: shame or disgrace; dishonesty.
? Pikiran hanya berfokus kepada perkara-perkara duniawi saja. (BIS)? mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja.
? Hasilnya: Kebinasaan mereka. (BIS)? berakhir dengan kehancuran (destruction). Musnah, gagal, hancur, binasa secara tubuh dan roh.

Ev. Paul.
Kerinduan Paulus bagi jemaat Filipi adalah mengikuti teladannya. Di sini, Paulus memberikan cara bagaimana kamu meneladani aku? Perhatikanlah mereka yang telah meneladani aku sebagai contoh atau teladan bagi kamu. Hidup Paulus dalam melayani Tuhan menghasilkan sebuah transference life to others/transfer kehidupan pada orang lain. Dia memberikan influence/pengaruh dan perubahan pada hidup orang lain. Pengaruhnya sendiri adalah baik oleh karena hidup orang lain menjadi berubah. Namun, akan menjadi lebih baik ketika pengaruhnya membuat seseorang meneladani jejak langkahnya.
Sebuah persuasi tidak akan efektif jika tanpa alasan kuat yang menyertainya. Sehingga, Paulus memberikan dua alasan mengapa harus mengikuti teladannya dan rekan-rekannya.
Alasan pertama, alasan perbandingan. Dengan penuh tangisan Paulus menulis: �Lihatlah hidup mereka sia-sia: memusuhi Kristus, fokusnya hanyalah keinginan badaniah (perut mereka), hal-hal memalukan (aib dan dosa) yang mereka kerjakan, hidup mereka sama seperti orang-orang dunia, dan pada akhirnya akan dibinasakan.� Ini tulisan yang cenderung tajam dari seorang rasul Paulus. Namun, ini sekaligus tulisan penuh dramatis dan emosional untuk memberikan efek kuat kepada jemaat. Lihat hidup mereka sungguh tragis, oleh karena itu ikutilah hidup kami, maka kamu akan memperoleh hidup bukan kesia-siaan atau kebinasaan. Ini sebuah ajakan penuh keberanian, kepastian dan keyakinan dari seorang hamba Tuhan.
Alasan kedua, alasan kontras. Kita bukan warga dunia, bukan berasal dari dunia tetapi kita adalah warga sorga, berasal dari sorga. Paulus sengaja mengkontraskan �mereka� dan �kita�; �dunia� dan �sorga.� Kemudian, mereka yang kelihatannya hidup penuh kenikmatan dunia, suatu saat akan dibinasakan, sedangkan kita yang masih bertahan dengan tubuh fana dan menderita, akan menerima kemuliaan kelak melalui kuasa Yesus Kristus ketika Dia datang. Yesus menjadi pengharapan yang kekal bagi orang percaya dalam hidup kita.

Ev. Tri
Menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan memang tidak mudah, ada banyak rintangan dan kesulitan. Tetapi Paulus telah memberikan contoh dan teladan secara nyata sebagaimana hidup sesuai dengan firman Allah. Paulus rindu agar jemaat Filipi memiliki kerinduan mengalami perubahan hidup secara nyata di dalam Allah. Sehingga mereka tidak menjadi seteru salib Kristus, seperti kebanyak orang lakukan. Paulus juga mengingatkan bahwa status kita adalah warga kerajaan sorga maka seharunya cara hidup kita sepadan dengan status kita.

JAKARTA
Ev Dany Kurniawan
Pulus menulis surat ini ketika ia dalam penjara. Suatu kondisi yang tidak menyenangkan, namun Paulus bisa menasihati untuk menuruti teladannya dan hidup berkenan kepaa-Nya karena dia tahu apa yang dia dapatkan (ayat 19). Dia sadar sebagai warga negara sorga dan dia tahu bahwa di dunia ini adalah sementara. Dia punya suatu pengharapan luar biasa di dalam Tuhan.

Pdt Budiyanto
Ikutilah teladanku! Merupakan suatu pernyataan yang berani dari rasul Paulus. Seringkali orang berkata lakukan apa yang saya katakan tetapi jangan katakan apa yang saya perbuat. Paulus mengatakan bukan hanya mendengarakan pengajaran dia tetapi mengikuti apanyang dia lakukan. Dalam ayat 18 dia menangis, menunjukkan ia sebagai seorang leader yang kolerik, tegas, tetapi juga lembut. Ia menangis karena melihat cara hidup orang Kristen yang masih hidup dengan cara duniawi. Paulus juga mau mengingatkan bahwa kita ini warga negara kerajaan sorga, yang kita kejar bukan hal-hal perut, duniawi, tetapi Tuhan.

Ev Priska Pratiwi
Orangtua sering mengatakan don't do as i do just do as i say. Hidup kita adalah satu khotbah yang hidup. Teladan itu jauh lebih efektif dari kata-kata. Paulus berani mengatakan ikutilah teladanku karena dia telah mengikuti teladan Kristus. Ayat 20 ia mengatakan status sebagai warga negara sorga sehingga nilai-nilai, pedoman, prinsip, dan tujuan hidupnya mengarah kepada suatu masa depan yang pasti (sorgawi).

Ev Natanael Thamrin
Kita harus menempatkan posisi sebagai jemaat Filipi yang bisa menangkap langsung tanpa harus menafsirkan lagi. Paulus bilang teladani saya dengan hidup yang telah meneladani Kristus. Seringkali kita tidak berani mengatakan lihat hidupku. Sebagai hamba Tuhan kita harus berani mengatakan lihat hidupku sebagai seorang hamba. Alasan Paulus mengatakan hal ini bukan karena ia paling hebat dan betul dari murid yang lain, tetapi ia telah meneladani Kristis. Jemaat juga harus belajar meneladani Kristus. Banyak hamba Tuhan juga sering mencari kemuliaan diri, mengisi perut mereka, siapa yang paling penting dan hebat di dalam gereja. Pasal ini harus dilanjutkan pasal 4:1 karena dalam bahasa Yunani ada kata "hoste" (karena itu) di mana jemaat juga harus semakin teguh di dalam Tuhan.

Ev Yanto Sugiarto
Sebaiknya kita berbicara sesuai dgn apa yg ada dalam teks, dan menggali teks itu dengan baik. Dalam bagian ini Paulus lebih banyak berbicara ttg teladan hidup, kualitas dan kepemimpinan. Dalam bagian ini Paulus adalah seorang leader dan jemaat kristen yg sungguh2 menghidupkan kehidupannya dgn berani berkata "ikutilah teladanku".

Ev. Freda Adjan
Action speak louder more than word. Sesuatu yang sangat luar biasa berbicara tentang pengharapan kalau dia memiliki pengharapan itu. Waktu dia biacara tentang pengharapan dia dua bagian: ikutilah teladanku dan hidup seperti kami yang jadi teladanmu (example dan pattern). Apa itu pengharapan? Dulu dia punya pengharapan di luar Kristus, sekarang malah semuanya itu dia anggap sebagai sampah. Karena waktu itu dia hidup sebagai seteru salib. Oleh karena itu dia memberitahukan:
1. Orang yang berseteru dengan salib berakhir dengan kebinasaan. Ciri perseteruan dengan salib: mengutamakan perut, memuliakan kejahatan, pikirannya duniawi, dsb.
2. Orang yang bersahabat dengan salib menjadi sahabat sorgawi. Dia akan mendapatkan tubuh yang mulia, dan dapat menaklukkan diri di dalam Kristus.

Pdt Yunedy Renaldo
Paulus tulis surat ini dalam penjara dan menasihati jemaat untuk bersukacita dan bukan sebaliknya. Kenapa dia bersukacita? Karena dia punya pengharapan di dalam Tuhan. Dia telah mengalami berkat yang luar biasa di dalam Tuhan dan itu sebabnya dia mengatakan hal itu. Pengharapan itu hanya di dapat di dalam Yesus Kristus. Bagaimana caranya:
1. Meneladani Paulus dan rasul2 (ayat 17)
2. Tidak hidup menjadi seteru salib.
3. Hidup sebagai warga negara sorgawi.

Pdt Unandi Tirtaredja
Manusia tidak bisa melihat ada pengharapan dalam kehidupan yang sedang dijalani. Itu sebabnya dia mau menghabiskan hidupnya dengan alasan mumpung masih ada waktu dan dana. Secara tidak langsung manusia tidak ada pengharapan dalam hidup dan pada akhirnya akan mengalami kebinasaan, jadi budak dosa, agen kejahatan dan hidupnya dibangun atas kesiaa-siaan dibawah bayang-bayang ketidaktentaeraman hatinya. Kristus mati untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa untuk memberikan arti dan makna tujuan hidup yang jelas.

SURABAYA
Pdt.Imanuel F Daely:
PENGHARAPAN DALAM KRISTUS FIL 3:17 21 Apa reaksi kita pada waktu kita mengalami satu peristiwa di dalam hidup kita yang tidak kita harapkan? Bagaimana perasaan hati kita pada waktu mengalami hal-hal yang tidak kita rencanakan di dalam hidup ini? Bagaimana sikap kita pada waktu mengalami kejadian yang tidak terduga terjadi di dalam hidup kita? Friedrich Nietzsche dengans ini mengatakan Jangan beri orang pengharapan sebab pengharapan itu memperpanjang penyiksaan kepada orang. Pengharapan yang ditawarkan oleh Kekristenan itu adalah hal yang tidak bikin orang maju sebab pengharapan di dalam Kekristenan hanya menawarkan sesuatu yang bersifat mimpi dan tidak pernah terjadi.Lebih baik kita hidup tidak ada pengharapan, hidup secara realistis.Pengharapan justru mematikan hidup seseorang. Benarkah apa yang dia katakana itu?
Pada dasarnya manusia pasti memiliki harapan bahwa esok akan menjadi lebih baik dari hari ini. Pengharapan ini dapat memberi semangat untuk berjuang menghadapi tantangan hidup. Tapi karena keterbatasan diri sebagai manusia, tidak semua yang diharapkan menjadi kenyataan sehingga tidak jarang orang menjadi tawar hati, kecewa, putus asa.Harapan yang tertunda itu menyedihkan hati karena merasa sia-sia tidak ada harapan, percuma, tidak terwujud. Namun dalam bagian ini Paulus menjadi teladan karena dia telah meneladani Kristus, Paulus mengajak jemaat untuk introspeksi diri dan melihat ke depan dengan menggantungkan diri dalam pengharapan yang dijanjikan Kristus pada jemaatnya.
Pengharapanapa yang ada dalam Kristus? Yakni, adanya Jaminan hidup kekal (Ef 3:20). Paulus rindu mata rohani kita terbuk supaya kita mengerti pengharapan apa yang ada di dalam setiap panggilanTuhan bagi kita. Kita yakin setiap kita dipanggi dan dipilih khusus olehTuhan dan mejadi milikNya (Yoh. 15:16) Ada satu pengharapan bagi kita yang dipanggil dan dipilihTuhan. Ada banyak kemuliaan/peninggian yang akan dinyatakan kepada kita yang mau berharap kepadaNya. Sebab itu bagaimanapun keadaan kita, jangan batasi Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita ada karena Orang yang belummemiliki jaminan keselamatan pasti takut dan gelisah tapi yang sudah memiliki jaminan surga, apapun yang terjadi tidak akan takutl agi (Yoh. 14:1-2). Kita harus serius denganTuhankarena hanya ada satu jalan menuju hidup kekal yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus dan Dia mau semua orang diselamatkan

Ev. Pierre T.
Kewargaan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah jelas dan pasti yaitu, Kerajaan Sorga. Dengan menyadari realitas ini, kehidupan orang Kristen seharusnya memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan zamannya. Lingkungan dan zaman yang dimaksud adalah orang-orang yang hidup tanpa keselamatan dan mereka ada disekitar kita. Kepekaan orang percaya terhadap lingkungannya akan menghadirkan kepedulian terhadap mereka, sehingga dari kepedulian tersebut akan tercipta sebuah gerakan Penginjilan yang kuat.
Dari sinilah kita melihat kehidupan Kristen yang sesungguhnya. Kekristenan yang menyadari bahwa keselamatan yang mereka terima dari Tuhan esus, bukan saja untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk lingkungan dan zaman di mana mereka hidup.

Kamis, 08 Desember 2011

Dipakau Untuk Menyatakan KemuliaanNya (Luk 1:35-38)

DIPAKAI UNTUK MENYATAKAN KEMULIAANNYA
Lukas 1:35-38

BANDUNG
Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Luk 1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Tujuan :
1. Jemaat memahami bahwa Maria adalah hamba yang dipakai Allah untuk menyatakan perjanjianNya kepada seluruh umat manusia.
2. Jemaat bersyukur karena makna hidup: suka cita, damai sejahtera sejati menjadi bagian hidup kita ketika kita hidup dalam rencanaNya.

A
Kategori yang bagaimanakah yang berhasil dipakai Allah untuk terlibat dalam rencananya?
Analisa antara mithos dan ethos:
- Mitos : sesuatu yang kita percaya dan ada, namun jauh dari kebenaran dan kenyataan.
- Ethos :secara harfiah berarti adat atau kebiasaan, tetapi dalam arti luas adalah paradigm way of thingking& life kehidupan nyata.
Prolegomena:
Justru orang yang memiliki etos kehidupan :
- Rendah hati.
- Konsisten .
- Berani menanggung resiko.
- Yang dipakai dalam sejarah keselamatan.
Mind massage :
Mari kita belajar dari ethos kehidupan Maria, sosok pribadiyang dipakai Allah yang sampai hari ini tidak terlupakan.

Eksegese:
- Allah memakai pribadi yang rendah hati, bukan yang tinggi hati. (1Co 1:29) �supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah�.
- Isu gender wanita bukanlah yang terutama. (bandingkan Ruth, Ester,Debora)
- Ada 2 resiko untuk sebuah keputusan.
� Tradisi Yahudi = hukum rajam untuk perzinahan.
� Kehilangan orang yang dikasihi.
- Suka cita sejati:
� Makna hidup dalam mengikuti kehendak dan rencanaNya.(Lukas 1 : 46 � 48)
� Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia..�
APLIKASI:
- Mari kita buang segala �mitos� yang membelenggu pikiran bahkan cara hidup kita.
- Bahwa kita tidak seperti orang lain yang lebih hebat, yang lebih baik, dsb
EPILEGOMENA:
- Sudahkah kita memiliki etos kehidupan, etos pelayanan seperti Maria ?
- Biarkan Allah memakai diri kita dengan segala keunikannya utk memuliakanNya.(1 Korintus 1 : 27 � 28)
Lihat juga:
� 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
� 1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

B
Seorang yang dipakai Tuhan harus dapat mengamini adanya INTERVENSI TUHAN dalam hidup dia. (Pelayanan tanpa kesadaran adanya intervensi Tuhan akan melahirkan pengalaman yg tak dapat bersyukur dan bersungut2 saja saja)
1. Tahu KehendakNya - Jelas akan apa yang Tuhan mau dia lakukan
2. Siap menjalankan KehendakNya � Maria hidupnya kudus dan selalu menjaga dirinya selalu mau taat dengan kehendak Tuhan
3. Rela menjalankan KehendakNya � rela bayar harga walaupun itu sulit sekali

C
SIAPA YG DIPAKAI TUHAN? :
ORANG PERCAYA.
- Bhw Tuhan berkuasa/ melampaui akal pemikiran.:37
ORANG YANG RENDAH HATI (1Kor :27-28).
- Mendahulukan kepentingan Tuhan.
- Melihat dirinya hamba/ budak:38.
- Menundukan diri pada pimpinan Tuhan,:38
ORANG YANG TAAT.
- Taat walaupun menderita .
- Taat walaupun resikonya tinggi.
- Taat walaupun lemah.
- Taat walupun tidak dipandang man.
- Taat walaupun tidak masuk akal,:34.

D
Faith:
1. Bukan percaya pada satu statement.
2. Bukan saja percaya ketika diperhadapkan dengan bukti (emosi).
Faith:
1. Percaya yang didasarkan akan karakter Allah yang tidak pernah berdusta.
2. Percaya walaupun bertolak belakang dengan logika dan panca indera.
3. Cukuplah Allah yang mengetahui.
4. Percaya yang disertai ketaatan.
Faith:
1. CONFIDENCE IN GOD
Iman yang sejati adalah keyakinan di dalam Allah dan PutraNya Yesus Kristus, seperti yang telah disuratkan di dalam Kitab Suci.
2. RESPONSE OF THE SOUL
Iman merupakan pekerjaan dari Roh Kudus, sehingga seseorang dapat meresponi wahyu Allah.
3. GIFT OF GOD
Iman yang sejati adalah hadiah dari Allah, sehingga memampukan seseorang percaya kepadaNya dan kepada PutraNya Yesus Kristus.
4. RESULT IN ACTION
Iman yang sejati melahirkan tindakan iman (maka segala sesuatu yang tidak lahir di dalam tindakan iman, adalah iman yang palsu). Iaman yang sejati akan melahirkan buah iman: ketaatan. Tanpa karunia iman , dari Allah mustahil seseorang dapat taat. Dan iman diberikan pada mereka yang rendah hati.
E
:38 karya Tuhan yg besar dalam hidup seseorang selalu dimulai dengan kesadaran bahwa dirinya adalah Hamba Tuhan. Menarik untuk dicermati bahwa Maria tidak meminta Allah untuk menunjukan / membuktikan perkataanNya terlebih dahulu, baru kemudian dia melayani Tuhan, melainkan dia menyerahkan dirinya untuk berjalan dalam pembuktian Allah.

F
Narasi dalam Lukas 1:35-38 adalah dialog antara malaikat Gabriel dengan Maria tentang kelahiran Yesus. Maria menerima berita bahwa Allah mau memakai dirinya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Jika Maria bisa dipakai, itu karena anugerah dan kemurahan Allah. Kata malaikat, �Engkau yang dikaruniai�� (ayat 28,30). Kata �dikaruniai� �highly favored� (Yun. charitoo�; charis), artinya grace. Maria mendapat anugerah Allah menjadi wanita istimewa yang dipakai untuk mengandung dan melahirkan Yesus sekaligus menggenapi janji Allah kepada Daud (Luk. 1:26-27; 2Sam. 7:12-16). Sekalipun ia dikarunia Allah melebihi semua wanita lain dalam hal ia dipilih menjadi ibu Yesus, namun penulis PB tidak pernah menganjurkan kita menyembah Maria, memperlakukan ia seperti Allah dan berdoa dalam namanya. Maria hanya pribadi biasa yang dipakai Tuhan. Jika Maria bisa dipakai, kita pun bisa dipakai-Nya. Apakah rahasia seseorang dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya?
1. Orang yang sungguh-sungguh menjaga kesucian dalam hidupnya. Maria dipakai karena ia memiliki kehidupan yang sederhana, saleh dan berkenan di hati Allah. Maria menjaga kemurnian dan kesucian hidup. Indikasi ini terlihat tatkala Maria di ayat 34 bertanya kepada Gabriel, �Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami.� Ia tahu bahwa seorang wanita akan hamil dan melahirkan jika sudah melakukan hubungan intim dengan seorang pria. Tetapi dalam kasus Maria justru ia masih perawan (bdk. Yes. 7:14). Istilah perempuan muda, (Ibr. Almah), seorang perawan yang belum menikah (a virgin). Maria masih perawan saat kehamilannya dan masih tetap perawan sampai bayi Yesus dilahirkan (Mat. 1:23; 18, 25). Mari kita persembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan dan muliakanlah Allah dengan tubuhmu (Rm. 12:1; bdk. 1Kor. 6:19-20).
2. Orang yang sungguh-sungguh melayani dan berani menanggung penderitaan. �Aku ini adalah hamba Allah,� (ayat 37), frase ini membuktikan Maria kenal dirinya hanyalah seorang hamba. Istilah �hamba� (doulos) menunjukkan kita ini milik Allah. Kita harus hidup mengikuti cara-Nya, kehendak-Nya untuk memuliakan nama-Nya. Kita tidak boleh lagi hidup untuk diri sendiri, melayani nafsu dan kesenangan sendiri. Istilah hamba juga berarti ketergantungan yang mutlak kepada Allah. Juga ada ketaatan kepada Allah secara tulus dan jujur. Pemahaman ini berdampak pada doa-doa kita. Kita tidak menuntut, marah, kecewa dan ngambeg jika doa kita tidak dikabulkan. Kita bersedia menerima keputusan Allah, apa pun hasilnya. Kita akan melayani Tuhan dengan sukacita, tidak bersungut-sungut dan menuntut.
3. Orang yang sungguh-sungguh percaya dan taat kepada Allah. Maria merespons positif firman Allah. Ia mempercayai Allah dan firman-Nya, karena ia mengenal siapa Allah. Ia berkata, �Jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu� (ayat 38). Allah adalah Allah yang berkuasa penuh atas ciptaan. Karena itu, janganlah menyuap, mengancam dan memberi ultimatum kepada Allah dengan cara apa pun. Jangan memperalat Dia untuk kepentingan dan keuntungan anda. Pengenalan akan siapa Allah, memampukan Maria percaya dan mengakui bahwa segala rencana dan keputusan Allah pasti benar, adil, baik dan bermanfaat. Sebab itu, ia rela menyerahkan totalitas hidupnya kepada kehendak Allah. Apa pun kehendak dan keputusan Allah, baik menyenangkan atau menyedihkan; menguntungkan atau merugikan; membahagiakan atau mengecewakan, berkatalah dengan jujur dan tulus, �Thy will be done,� bukan �Thy will be changed.�

G
Menjadi seorang pejabat negara khususnya menjadi ajudan presiden metupakan satu kebanggan tersendiri dalam hati, apalagi jika dipercaya pada tugas-tugas penting. Sebab dia dianggap sebagai orang pilihan, karena tidak sembarangan orang untuk bisa menjadi ajudan presiden. Mereka harus memiliki kualifikasi tertentu dan standar yang tinggi sebab ia harus mengawal dan menjaga keselamatan Presiden.
Maria dipilih Allah untuk menjadi hambaNya, dipercaya untuk mengandung bayi Yesus. Satu tugas teramat mulia, sebab dia dipilih diantara para wanita. Hanya Maria yang dipilih untuk menjadi ibu dari Yesus. Meskipun secara nalar, Maria tidak mengerti atau tidak memahami dengan jelas akan tugas panggilan ini karena teramat berat tugas yang harus dipikulnya tetapi ia belajar untuk taat.

H
Kerelaan untuk taat bukanlah sesuatu yang mudah; ada pengorbana dan ada harga yang harus dibayar. Pada waktu Maria memilih taat pada kehendak Allah untuk menjadi ibi dari Mesias ada resiko yang mungkin ia alami; ia bisa ditinggalkan oleh Yusuf, dikucilkan dari masyarakat bahkan bisa mendapat hukuman berat karena �hamil� diluar kebiasaan adat istiadat Yahudi. Namun Maria menyadari bahwa kataatan kepada Allah lebih penting dari pada memikirkan kemungkinan resiko yang akan ia hadapi. Maria mau dipakai oleh Tuhan.

I
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan yang lepas dari penderitaan, Dia adalah gembala yang baik terlebih dahulu mau menderita untuk membela kehidupan kita, bukan karena kesalahan diriNya. Sebagai gembala yang baik, Ia akan membawa kita ke jalan yang benar di saat kita tersesat. Dia adalah pintu keslamatan kita. Kita tidak perlu takut menghadapi persoalan yang menghadang kita. Bersandar pada Yesus, maka Ia akan member kemenangan.

J
Rasul Petrus sangat memahami penderitaan Yesus, karna Dialah salah satu saksi yang hidup. Penderitaan yang Dia derita tidak sebanding dengan apa yang kita hadapi sampai saat ini. Sesungguhnya, penderitaan dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih dalam bila kita trima dengan kesabaran dan kerendahan hati �sebelum aku tertindas, aku menyimpang�, kata Daud, ��.tetapi sekarang aku berpegang pada janjiMu�. Mazmur 119 : 67 dan lagi �bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu� (ay.71). Penderitaan bukanlah penghambat kerohanian kita, sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengijinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firmanNya.

K
Petrus berhasil mengamati dan belajar arti sesungguhnya dari penderitaan Yesus Kristus. Petrus mengerti bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristus merupakan bagian dari rancangan Allah yang kekal dan baik. Selain itu, Petrus juga menyadari bahwa, tujuan akhir dari penderitaan Kristus adalah untuk menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu, barang siapa yang memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus Kristus, ia harus mempersiapkan dirinya untuk menderita. Yesus pernah bersabda bahwa : �Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibNya dan mengikut AKU�. Menderita di dalam arti, sanggup menanggung resiko hidup dalam kebenaran dan kerelaan untuk memberitakan injil.

L
Petrus menulis surat ini untuk memberikan semangat kepada orang Kristen yang bingung karena sedang mengalami penderitaan. Kristus rela diperlakukan tidak adil tapi IA tidak membalas karena IA mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hal ini menjadi motivasi bagi orang percaya tak kala dalam hidup menghadapi penderitaan.
Petrus memberikan langkah2 apa yang harus dilakukan orang percaya.
1. Bertahanlah dan berdirilah teguh ( 1 Pet 5 : 9 )
2. Percayalah bahwa penderitaan yg dialami mengandung maksud ( 1 Pet 1 : 7 )
3. Pastikan penderitaan yg dialami karena sesuatu alasan yg benar ( 1 Pet. 2 : 19)
4. Bersiaplah jika penderitaan itu datang ( 1 Pet 3 : 15 )
5. Pusatkan pikiran anda pada Yesus ( 1 Pet 2 : 21-25)
6. Menjadi hak istimewa menjadi seperti Yesus ( 1 Pet 4 :13 ).

Kamis, 24 November 2011

PenderitaanNya Membawa Kemenangan (I Petrus 2:22-25)

PenderitaanNya Membawa Kemenangan
1 Petrus 2:22-25

A
Petrus mengalamatkan surat ini kepada budak-budak Kristen di dalam jemaat, ia menekankan pentingnya tunduk kepada atasan. Beberapa budak yang baru bertobat mengira bahwa kemerdekaan mereka secara rohani juga menjamin kemerdekaan mereka secara pribadi dan secara politik.
Petrus mengingatkan para hamba akan panggilan Allah kepada mereka untuk berbuat baik dengan cara tunduk/taat kepada majikannya sekalipun harus menderita, karena Kristus pun telah memberikan teladan yang demikian.
Dari perikop ini, sedikitnya kita dapat mempelajari dua hal:
1. Penderitaan karena perbuatan baik adalah kasih karunia Allah (Ay. 18-20)
Topik mengenai penderitaan seringkali menjadi topik yang hangat dalam kekristenan. Sebagian orang berpendapat bahwa orang Kristen pasti akan mengalami penderitaan. Tetapi sebagian lainnya berpendapat bahwa dengan menjadi Kristen, maka kita bebas dari penderitaan.
Bagian surat yang kita baca ini ditulis oleh Petrus kepada para hamba Kristen di dalam jemaat yang tersebar di seluruh bagian utara Asia kecil. Jemaat-jemaat ini adalah jemaat yang mengalami penganiayaan karena mereka percaya kepada Kristus. Sekalipun demikian, Petrus menasehatkan para hamba ini untuk tetap tunduk kepada majikan mereka dengan penuh ketakutan, bukan saja kepada yang baik, tetapi juga kepada yang kejam.
Kata �ketakutan� dalam bahasa aslinya menggunakan kata Phobos, yang dalam I Petrus ini selalu ditujukan sebagai penghormatan kepada Allah (Psl. 1:17, 2:17, 3:2,6 dan 14). Jadi motif ketundukan mereka bukanlah kepada majikan mereka, tetapi kepada Allah.
2. Penderitaan karena perbuatan baik adalah konsekuensi mengikuti jejak Yesus (Ay. 21)
Bagian ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan perikop sebelumnya, dalam bagian ini Petrus ingin mendorong hamba-hamba yang menderita ini dengan memberikan gambaran mengenai Yesus Kristus yang telah menjadi teladan dalam hidup-Nya. Petrus menghubungkan nasihat-nasihatnya dengan teladan Kristus, Hamba Allah yang telah menderita (2:21-25, dan Yes. 52:13-53:12). Menderita dengan sabar, walaupun Ia tidak pernah bersalah. Kristus telah memilih menjadi seorang hamba (Fil. 2:7), menderita dan mati. Kristus telah menjadi teladan bagi orang-orang yang ditebus-Nya. Oleh karena itu seharusnyalah mereka mengikuti teladan Kristus untuk menderita dengan sabar. Sebab penderitaan karena perbuatan baik ini adalah konsekuensi mengikuti jejak Yesus.
Ay. 22-25 ini dikutip Petrus dari Yes. 53, tentang nubuatan yang terkenal dari Nabi Yesaya mengenai Ebed Yahwe (Hamba Allah) yang menderita, untuk memberikan gambaran kepada para hamba mengenai penderitaan yang dialami oleh Yesus. Oleh karena itu penderitaan karena perbuatan baik kita, sudah menjadi konsekuensi kita dalam mengikuti jejak Yesus
3 (tiga) hal yang dinasihatkan Petrus kepada mereka dan juga kita sekarang ini dalam memaknai penderitaan yang didatangkan oleh ulah orang lain:
(1) penderitaan dijadikan latihan bagi diri sendiri untuk menjalani hidup sebagaimana yang diteladankan Kristus semasa hidup-Nya;
(2) penderitaan dijadikan kesempatan untuk menjadi saksi bagi orang lain (termasuk orang yang menyebabkan kita menderita) tentang siapa Kristus dan apa yang telah dilakukannya bagi kita orang berdosa;
(3) penderitaan dijadikan bukti pemeliharaan Allah yang tiada putusnya atas orang-orang percaya. Tuhan tahu tidak mudah menjalani hidup yang demikian, karena itu Tuhan janjikan bahwa Ia akan menjadi Gembala yang bukan hanya memelihara secara fisik, tetapi juga jiwa kita.
�Betapa pun dalamnya lembah penderitaan kita; betapa pun beratnya perjalanan hidup kita, tangan kasih Yesus masih tetap akan mampu menjangkau kita, menarik kita keluar serta menopang kita. Karena Ia sendiri pun telah mengalami penderitaan dan meninggalkan teladan bagi kita supaya kita mengikuti jejak-Nya.�
Penderitaan hari ini menghasilkan kemuliaan dan kemenangan di hari esok.

B
Ay. 16. Kita diberikan kebebasan sebagaii hamba Allah. Itu statement yang sangat penting. jika kita sudah sadar, maka perikop berikutnya kita sadar bahwa kita sebagai hamba Allah memiliki konsekuensi akan menderita. Dalam falsafah jawa ada kata �nrimo� yaitu menerima apa adanya.

Karena Kristus menderita untuk kamu. penderitaan bukan hanya dalam pengertian secara global. tetapi penderitaan Krtistus bagi kita semua. Ketika kita berbicara kondisi manusia, pada umumnya ketika jatuh ke dalam dosa, mereka komit terhadap dosa, mulutnya penuh dengan kebohongan. jadi penderitaan ada karena kuasa dosa, dan kuasa dosa itulah yang membuat mulut manusia penuh dengan kebohongan. jadi penderitaan bukan karena Allah, tetapi karena dosa. itulah yang menimbulkan penderitaan.
di dalam kondisi seperti inilah kita membutuhkan pengharapan. Kristus memberikan kememangan terhadap:
1. ay. 23. tidak membalas, tidak mengancam. di tengah-tengah penderitaan ada kemenangan
2. hidup di dalam kebenaran, tidak lagi hidup dalam dosa.
3. kembali kepada hidup bersekutu dengan Tuhan.

C
dalam konsep dunia, penderitaan dihindari dan dianggap sebagai hukuman. penderitaan di dunia sifatnya sementara. penderitaan sebagai latihan dan pemeliharaan dari Tuhan.

D
Setiap orang menginginkan berjalan baik2, namun realitanya tidak demikian. kita selalu evaluasi dan introspeksi diri, apakah penderitaan dari dosa atau sebagai hamba Allah.

E
Keteladanan itu sangat penting. sebagai hamba Tuhan, apakah ada keteladanan? Ada 2 hal yang dapat kita pelajari:
1. belajar dari teladan Kristus
2. melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan

F
Penderitaan itu merupakan kasih karunia, dan meneladani Kristus dalam penderitaan-Nya. itu semua karena Kristus hidup di dalam kebenaran. penderitaan itu membawa kita kepada Tuhan & akan berakhir penderitaan itu.
Ada 2 macam penderitaan:
1. nature. berhadapan dengan diri sendiri dulu baru menang terhadap yang lain. jadi, dosa di dalam diri dahulu yang harus dibereskan.
2. nurture
Ketika Tuhan menanggung dosa kita, kecenderungan dosa itulah yang harus dimatikan. Karena Tuhan sudah menanggung dosa dan memungkinkan kita untuk tidak melakukan dosa itu lagi. bukan sekedar menerima kemenangan tetapi kita meneladani Kristus.

G
Penderitaan Kristus membawa kemenangan karena Kristus menderita untuk memberikan kemenangan kepada kita semua.

H
Jika Kristus menang di atas kayu salib, bagaimana bisa membawa pembaharuan hidup, sedangkan manusia selalu ingin menang sendiri.

I
Penderitaan seringkali identik dengan sesuatu yang negative. namun, ternyata konsep ini salah. Yesus menderita justru untuk membawa kemenangan. ay. 22 orang yang sudah mengalami penderitaan di dalam Kristus, maka hatinya tidak akan berbuat dosa kerena dia sudah menang. tidak berniat membalas dengan tipu muslihat. ay. 23. tidak ada niat untuk membalas caci maki, tidak berniat untuk mengancam orang lain. berserah total kepada Tuhan. Ujilah kemenangan di dalam Kristus.

J
Kemenangan terhadap apa? kemenangan terhadap dosa. dampaknya adalah di ay. 24. manusia dimampukan hidup kembali kepada kebenaran dan kepada Tuhan. Yesus bukan mati konyol, tetapi Yesus menderita dan mati untuk membawa kemenangan. Jangan takut karena Tuhan akan menerima kembali kita.

K
Kemenangan disini bukan hanya karena dosa, tetapi juga karena pergumulan hidup. Penderitaan di dalam Kristus merupakan panggilan. Tuhan adalah pemelihara jiwa. di dalam kesulitan tidak dibenarkan untuk berbuat salah. Membawa jemaat untuk mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan.

L
Sikap orang di dalam menerima penderitaan ada 2: yang menerima dan yang tidak menerima. sebagai anak Tuhan kita bisa menderita. kenapa orang Kristen menderita:
1. Alam sudah rusak
2. Dosa
3. Iblis
4. Tuhan ijinkan sebagai sumber ujian supaya orang mengalami pemurnian di dalam iman.
Keteladanan Kristus sangat penting. kemenangan-Nya membawa kita kembali kepada sang pemelihara hidup kita. kemenangannya memberikan kesaksian.

M
Ada 3 macam orang:
1. menerima
2. tidak menerima
3. tahu menderita dan dia rela untuk menderita (Dia adalah Kristus)
penderitaan Kristus adalah penderitaan yang meninggalkan jejak. barangsiapa mengikut YEsus dia harus siap untuk menderita.

N
Tema 1 Petrus adalah Kristus harapan dan teladan kita dalam pencobaan. Pasal 1:3-2:10 bicara tentang hidup yang penuh pengharapan; Pasal 2:11-4:11, mengenai hidup sebagai musafir; Pasal 4:12-5:11, tentang api siksaan. Penerima Surat Petrus yang pertama ini adalah �Orang-orang pendatang yang tersebar� (1:1). Mereka adalah orang-orang Yahudi sebagai pendatang yang hidup di beberapa kota: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia. Mereka hidup dalam penganiayaan bukan karena mereka sudah melakukan suatu kesalahan tertentu, tetapi karena status mereka sebagai orang Kristen. Tujuan surat penggembalaan ialah supaya jemaat tetap tegar dan teguh di tengah penganiayaan yang berusaha menghimpit mereka dan mencabut iman mereka. Secara khusus pada pasal 2:18-25, Petrus mengajarkan tentang sikap hidup sebagai hamba. Mereka sering mengalami penderitaan, perlakukan yang kejam, yang tidak baik dan tidak adil. Petrus menekankan bahwa orang-orang Kristen dipanggil agar rela menderita, rela menerima perlakuan yang kejam dan tidak adil dari tuan mereka yang tidak mengenal kasih Kristus. Ini memang tidak mudah, tetapi penderitaan Tuhan Yesus memberikan kemenangan menghadapi semua penderitaan. Bagaimana mengalami hidup yang berkemenangan itu?
1. Adanya penyangkalan diri secara konstan. Menjadi hamba antara teori dan realita tidak sama. Petrus menyapa dengan istilah budak dengan jelas. Status ini memiliki mentalitas menerima perlakukan yang tidak seharusnya. Tuhan Yesus menjadi teladan dg menyangkal diri & menjadi seorang Hamba (ayt. 22).
2. Mengikuti teladan Kristus (ayat 21-24). Dalam surat Petrus, tiap pasal berbicara penderitaan dimana ada 20 kali diungkapkan. Peran orang Kristen dalam konteks hamba dan dalam penderitaan. Penting sekali untuk menyadari bahwa status boleh hamba, tetapi mentalitas seperti tuan yang mau belajar untuk mengasihi tuannya. Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya dengan mencuci kaki mereka meski sepertinya ada yg tidak layak untuk dikasihi. Ayat 18 tidak saja menerima tetapi juga mengasihi. Teladan penderitaan Kristus adalah: Dia tidak berbuat dosa. Dia dihina dan di caci maki dan menderita. Dia mati memikul dosa kita (ayt. 21-24).
3. Hidup dalam iman dan pengharapan di dalam Kristus. Rasul Paulus berkata bahwa semua orang sudah berbuat dosa dan hilang kemuliaan Allah dan upah dosa adalah maut (Rm. 3:23; 6:23). Anda dan saya adalah manusia karena itu, kita adalah orang yang berdosa dan terancam hukuman maut. Kita adalah orang yang sudah dikalahkan dosa dan iblis. Sebab itu untuk hidup berkemenangan satu-satunya jalan adalah beriman kepada Kristus. Ayat 24 menegaskan bahwa Yesus mati memikul dosa kita agar kita tidak mengalami maut atau neraka. Kuncinya kita harus bertobat dan beriman kepada Kristus (Kis. 2:38; 16:31; 17:30). Jika malam ini anda mati, apakah anda yakin pasti masuk surga? Apakan anda sudan mengundang Yesus masuk ke dalam hatimu? Paulus dalam surat Efesus 2:8-9 menegaskan bahwa keselamatan itu bukan hasil kerja/usaha, tapi anugerah/hadiah/pemberian dari Allah. Kita menerima keselamatan itu oleh iman di dalam Kristus. Surat Roma 5:8-10, menegaskan bahwa keselamatan itu bukan hal yang tidak pasti, tapi suatu kepastian. Cara menerima keselamatan itu menurut surat Roma 10:9-10 ialah: Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya di dalam hati bahwa Dia sudah mati dan bangkit. Amin.

O
Pengorbanan manusia seringkali dengan tujuan mendapatkan balasan atau imbalan, tidak ada yang murni. Sedangkan pengorbanan Yesus, adalah sebuah gambaran totalitas yang sempurna. Sebab apa yang di kerjakan Yesus memiliki tujuan kekal bagi manusia, yaitu supaya manusia yang terhukum itu bisa bebas dan mendapatkan kemuliaan sorga. Jika bukan Yesus melakukan pengorbananNya, tidak ada satu usaha manusia yang sanggup untuk mendapatkan keselamatan. Pengorbanan yang dilakukan Yesus bukan sebuah kekalahan atau kebodohan tetapi sebuah karya Agung dengan tujuan yang mulia bagi rencana Allah yang kekal.

P
Pernyataan �supaya kamu mengikuti jejak-Nya� merupakan perkara yang sulit. Ada beberapa jejak yang Yesus tinggalkan untuk kita yaitu ketaatan, ketulusan, kerelaan dan kerendahan hati. Jalan penderitaan yang Dia tempuh semuanya untuk kebaikan dan kehidupan kita. Dia rela mati agar kita hidup.

Q
Kita tidak akan tertarik bicara penderitaan bila hidup senang. Kalau bicara penderitaan kita jadi sentimental. Tetapi penderitaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita. Soal penderitaan, tidak bisa kita hindari, pernah mengalami, atau saat ini sedang mengalaminya. Ketika penderitaan ada di depan kita ada dua pilihan:
1. Menyerah kalah
2. Berjuang memenangkan
Tuhan Yesus pun diperhadapkan dengan penderitaan dan Dia sudah memenangkannya. Oleh sebab itu, dalam ayat 21 Kristus telah meninggalkan teladan. Kata �teladan� berarti gambar perencanaan atau huruf2 dalam buku tulis yang harus di salin secara detail dan ditiru secara tepat oleh seorang murid. Kita sebagai murid Yesus untuk mengikuti teladan Yesus pada waktu menghadapi penderitaan. Bagaimana Yesus menghadapi penderitaan-Nya? Yesus menyerahkan diri kepada Bapa-Nya (Mat. 26:39). Yesus taat kepada Allah Bapa pada waktu Dia menghadapi penderitaan. Oleh karena itu, Dia menang atas penderitaan yang sekali pun penderitaan itu tidak seharusnya Dia pikul. Sama seperti Kristus, maka kita sebagai murid-Nya harus meneladani Kristus dalam menghadapi penderitaan supaya kita menang atas penderitaan.

R
Berbicara tentang penderitaan kita tidak akan mengerti dan tidak berminat untuk mengerti selama kita tidak mengalaminya. Karena penderitaan tidak dapat diprediksi oleh siapapun, sebab manusia jarang dan hampir tidak merancang penderitaan dalam hidupnya. Penderitaan disebabkan banyak hal:
1. Karena diri sendiri
2. Karena orang lain
3. Karena latar-belakang
4. Karena lingkungan/alam
Sikap menghadapi penderitaan:
1. Menyerah
2. Bertahan dan penderitaan itu lewat
3. Berusaha keluar dari penderitaan itu
4. Lari dari penderitaan
Cara memandang penderitaan:
1. Sebagai sebuah malapetaka
2. Nasib lagi sial
3. Penderitaan sebagai sebuah proses
4. Panggilan hidup
Melihat semua itu, Kristus datang ke dunia dengan sebuah prediksi datang untuk menderita. Dia tahu Dia datang untuk menderita dan akan menanggungnya. Predisksi penderitaan Kristus punya tujuan: menyelamatkan manusia. Karena Dia tahu tujuan penderitaan itu, maka Dia melewatinya sebagai pemenang dan seluruh pengalaman penderitaan itu dijalaninya sebagai pemenang. Mengapa disebut meneladani Kristus, karena kemenangan itu telah dinyatakan lewat hidupnya.
Kesimpulan: Penderitaan akibat salah sendiri, kita tidak kuat menanggungnya, sebab itu ada relasi dengan memberi diri kepada iblis. Tetepi penderitaan karena iman pasti kita bisa menanggungnya karena Kristus menjadi teladan dan Ia tidak akan meninggalkan kita.

S
1. Penderitaan adalah salah satu panggilan hidup yang harus kita jalani kerena Kristus telah menempuh jalan yang sama (ayat 21)
2. Penderitaan harus dijalani seperti Kristus harus menjalaninya karena Dialah yang punya respons menghadapi penderitaan yang benar (ayat 22-23)
3. Penderitaan yg kita jalani harus membawa kita pada suatu proses untuk menuju suatu kehidupan yang benar

T
1. Dia tahu mengapa Dia menderita, bukan karena dosa tetapi karena kebenaran. Kalau kita menderita hendaklah menderita karena kebenaran yang akan mendapat pujian, bukan karena dosa.
2. Kita akan menang terhadap penderitaan kalau kita mengikuti teladan Kristus.
3. Mengalami kuasa Kristus, mengalamai penyembuhan emosional, fisik, relasi, spiritual.
4. Mengalami penyertaan dan pemeliharaan Kristus.

U
Di tengah maraknya gereja2 yang mendengungkan teologi sukses dan kemakmuran kita justru mengangkat tema penderitaan. Have you ever tried to use Jesus as a pain killer? Dari kedalaman kerinduan kita adalah sebisa mungkin jauh dari penderitaan. Namun kita belajar mengikut Yesus bukanlah menyangkal adanya penderitaan karena Yesus sendiri mengalami penderitaan (Yes. 53:2; Luk. 22:44). Yesus merasakan sakit hati, dikhiananati, luka yang begitu dalam. Yesus datang bukan membuat kita kebal dari penderitaan. Dia datang untuk memberi hidup, hidup yang berkemnangan sehingga kita bisa menghadapi penderitaan dan bukan lari dari penderitaan.

V
Tujuan dari penderitaan Kristus:
1. Penderitaan-Nya membebaskan dosa manusia
2. Penderitaan-Nya membawa pengharapan
3. Penderitaan-Nya memberi kemenangan

W
Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan yang lepas dari penderitaan, Dia adalah gembala yang baik terlebih dahulu mau menderita untuk membela kehidupan kita, bukan karena kesalahan diriNya. Sebagai gembala yang baik, Ia akan membawa kita ke jalan yang benar di saat kita tersesat. Dia adalah pintu keslamatan kita. Kita tidak perlu takut menghadapi persoalan yang menghadang kita. Bersandar pada Yesus, maka Ia akan member kemenangan.

X
Rasul Petrus sangat memahami penderitaan Yesus, karna Dialah salah satu saksi yang hidup. Penderitaan yang Dia derita tidak sebanding dengan apa yang kita hadapi sampai saat ini. Sesungguhnya, penderitaan dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih dalam bila kita trima dengan kesabaran dan kerendahan hati �sebelum aku tertindas, aku menyimpang�, kata Daud, ��.tetapi sekarang aku berpegang pada janjiMu�. Mazmur 119 : 67 dan lagi �bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu� (ay.71). Penderitaan bukanlah penghambat kerohanian kita, sebaliknya, penderitaan justru dapat menjadi jalan pertumbuhan rohani. Jika kita mengijinkan penderitaan melatih kita, maka kita dapat lebih dekat kepada Allah dan firmanNya.

Y
Petrus berhasil mengamati dan belajar arti sesungguhnya dari penderitaan Yesus Kristus. Petrus mengerti bahwa penderitaan yang dialami oleh Kristus merupakan bagian dari rancangan Allah yang kekal dan baik. Selain itu, Petrus juga menyadari bahwa, tujuan akhir dari penderitaan Kristus adalah untuk menyelamatkan manusia. Oleh sebab itu, barang siapa yang memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus Kristus, ia harus mempersiapkan dirinya untuk menderita. Yesus pernah bersabda bahwa : �Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibNya dan mengikut AKU�. Menderita di dalam arti, sanggup menanggung resiko hidup dalam kebenaran dan kerelaan untuk memberitakan injil.

Z
Petrus menulis surat ini untuk memberikan semangat kepada orang Kristen yang bingung karena sedang mengalami penderitaan. Kristus rela diperlakukan tidak adil tapi IA tidak membalas karena IA mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hal ini menjadi motivasi bagi orang percaya tak kala dalam hidup menghadapi penderitaan.
Petrus memberikan langkah2 apa yang harus dilakukan orang percaya.
1. Bertahanlah dan berdirilah teguh ( 1 Pet 5 : 9 )
2. Percayalah bahwa penderitaan yg dialami mengandung maksud ( 1 Pet 1 : 7 )
3. Pastikan penderitaan yg dialami karena sesuatu alasan yg benar ( 1 Pet. 2 : 19)
4. Bersiaplah jika penderitaan itu datang ( 1 Pet 3 : 15 )
5. Pusatkan pikiran anda pada Yesus ( 1 Pet 2 : 21-25)
6. Menjadi hak istimewa menjadi seperti Yesus ( 1 Pet 4 :13 ).

Kamis, 17 November 2011

Membawa Kasih & Damai (1 Ptr 3:8-12)

MEMBAWA KASIH DAN DAMAI
(1 PETRUS 3:8-12)

3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Tujuan :
- Jemaat memahami jati diri seorang pengikut Kristus sebagai pembawa kasih dan damai, bukan sebaliknya.
- Jemaat membawa kehidupan yang menjadi berkat bagi orang sekitarnya.

PENDAHULUAN
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penerima Surat Petrus yang pertama ini adalah jemaat non-Yahudi sebagai pendatang yang hidup di beberapa kota: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1:1). Mereka hidup dalam penganiayaan bukan karena mereka sudah melakukan suatu kesalahan tertentu, melainkan karena status mereka sebagai orang Kristen. Hal inilah yang kemudian menjadi tujuan surat penggembalaan (sekaligus konteks penerima surat) ini yaitu agar jemaat tetap tegar dan teguh di tengah penganiayaan yang berusaha menghimpit mereka dan mencabut iman mereka.

PENJELASAN
Perikop yang dibahas pada pertemuan ini (1Ptr. 3:8-12) adalah sebuah kesimpulan yang disampaikan oleh rasul Petrus (perhatikan frasa �Dan akhirnya�). Kesimpulan dari apa? Kesimpulan dari segala nasihat yang disampaikan mulai dari 2:11 yang sekaligus menjadi konteks dekatnya.
Dalam kesimpulannya yang dimulai di ayat 8, rasul Petrus memberikan lima perintah:
1. Hendaklah kamu semua seia sekata (NRSV-unity in spirit),
2. (Hendaklah kamu semua) seperasaan (NLT-sympathize with each other),
3. (Hendaklah kamu semua) mengasihi saudara-saudara (NLT-love each other as brothers and sisters),
4. (Hendaklah kamu semua) penyayang (NASB-kindhearted),
5. (Hendaklah kamu semua) rendah hati (NLT-keep in a humble attitude).

Kemudian rasul Petrus juga mengingatkan agar setiap jemaat meneladani Tuhan Yesus, yang sudah memanggil mereka �ke luar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib� (2:9b), dengan cara tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau (membalas) caci maki dengan caci maki (lih. Mat. 5:38-48 dan Luk. 6:27-36), melainkan membalasnya dengan kebaikan (3:9).

KESIMPULAN
Manusia memiliki kecenderungan untuk membalas kejahatan dengan segala macam alasan dan pertimbangan yang masuk akal dan dapat ditoleransi, terlebih kalau mereka dizolimi dan diperlakukan dengan tidak adil. Akan tetapi Tuhan justru meminta agar setiap orang percaya mengingat �panggilan Kristen� kita untuk memberkati orang lain, bahkan kepada mereka yang telah berbuat jahat. Inilah tuntutan Tuhan atas hidup Kristen kita, yang berbeda dengan cara pandang dan pola pikir dunia. Bukan hanya melakukan hal yang baik kepada orang yang berbuat baik, melainkan juga kepada orang yang bersalah kepada kita. Bagian kita adalah untuk taat dan melakukan segala yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, dan niscaya Dia akan memperkenan hidup Kristen kita dan memberkati kita �Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong� (3:12).

A
Ay. 12, menjadi dasar pengungkapan Petrus tentang kasih dan damai, Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." Istilah �coram deo�, hidup di hadapan Tuhan, sebagai orang percaya kehidupan kita diperhatikan oleh Tuhan. Sehingga kita bertanggungjawab atas apapun yang kita lakukan. Bila Tuhan menjadi pondasi dalam kehidupan kita, sehingga ada 3 hal:
1. Ay 8, hidup dalam harmoni, hanya bisa terjadi bila ada simpatik, kasih persaudaraan, perhatian, dan kerendahan hati. Itu semua adalah karakter Tuhan, yang juga seharusnya kita hadirkan dalam diri, sehingga hidup harmoni di dalam Tuhan.
2. Ay. 9, jadilah berkat. Kecenderungan manusia adalah membalas kejahatan 2-3x lipat, bila ada kesempatan untuk melampiaskannya. Hal ini dapat merusak harmoni, itulah sebabnya Petrus mengajarkan kepada kita agar kita membalas dengan berkat, tidak dengan kejahatan.
3. Ay. 10, �ia akan melihat hari-hari baik�, ketika melewati hari dengan pertengkaran, pembunuhan, percekcokan, itu bukan hari-hari baik. Namun, kita harus mengusahakan hidup dengan kasih dan damai.

B
1 Petrus,
1. hubungan manusia dengan Tuhan
2. hubungan dengan orang-orang terdekat
3. hubungan dengan saudara seiman
4. hubungan dengan semua orang.
Mudah bagi manusia berhubungan baik dengan Tuhan dan keluarganya, namun yang menjadi masalah adalah dengan sesamanya. Dalam 1 Petrus ada 5 M(mencintai hidup, mau melihat hari-hari baik, menjauhi yang jahat, melakukan yang baik, mencari perdamaian). Mencintai hidup ? mencintai Tuhan yang memberikan hidup, sehingga dapat membawa kasih dari Tuhan kepada lingkungannya, bahkan orang yang belum percaya kepada Tuhan. Hidup dalam Tuhan, menjadi sumber damai bagi kehidupan.

C
Ay. 9, dipanggil untuk memperoleh berkat. Bila ada seorang yang bersalah, pertanyaan pertama adalah �apakah kamu orang Kristen?� bila berkompromi maka dibebaskan. Berkat yang dimaksudkan Petrus adalah dalam 1 Petrus 1:6-7, iman yang teruji yang muncul seperti emas. Iman itu terwujud dalam perbuatan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau dengan caci maki.

D
Apa yang dipikirkan lingkungan tentang orang Kristen?

E
Petrus berbicara panggilan hidup bagi orang percaya, penekanan 9-12, hidup yang diberkati agar menjadi saluran berkat. Kejahatan dibalas dengan kejahatan manusiawi, Kebaikan kebaikan alami, Kebaikan dengan kejahatan duniawi, Kejahatan dengan kebaikan sorgawi.

F
Instropeksi: apakah kita sudah menjalankan apa yang kita kotbahkan? Menjadi teladan bagi jemaat kita?

G
Orientasi hidup kita terhadap pola hidup, berkat, dan pemikiran, bila itu semua telah berada dalam lingkaran firman Tuhan. Maka kehadiran kita dapat membawa berkat dan damai. Teladan Kristus dalam prinsip inkarnasi adalah orientasi hidupNya bukan untuk kepentingan sendiri, melainkan untuk membawa kasih dan damai.

H
Harga yang perlu dibayar ketika kita membawa kasih dan damai:
1. Siap disakiti dan diperangi � ayt 9
2. Siap mengasihi orang yang tidak layak dikasihi.
3. Siap memberkati orang yang tidak layak diberkati.

I
Kita tidak dapat membawakan kasih dan damai. Karena mereka menghadapi kenyataan hidup yang menjepit mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dalam 1 Petrus ditegaskan untuk melakukan perbuatan baik, dimanapun kita berada melakukan perbuatan baik, dengan demikian kasih dan damai terkandung dalam perbuatan baik kita.

J
Latar belakang yang penting disampaikan dengan lugas adalah seia-sekata, seperasaan, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.
1. Penderitaan itu membawa efek, bisa membuat orang menjadi egois,
2. penderitaan yang disebabkan oleh pemerintahan Romawi, namun Petrus menegaskan untuk mengasihi mereka yang menyebabkan penderitaan.
Teladan Dalam pasal 2, ditekankan tentang penderitaan Kristus yang luar biasa.
Pemeliharaan Tuhan, ay 12. Dalam kondisi apapun juga, percayalah bahwa Tuhan memelihara, �hidup dalam persaudaraan, dalam kasih.�

K
Pada waktu Petrus menuliskan surat ini ditujukan kepada mereka yang menderita oleh karena penganiayaan yang bukan karena kesalahan mereka. Biasanya responnya adalah mata ganti mata, gigi ganti gigi. Bagaimana seharusnya kita berespon?
1. Bertindak berdasarkan belas kasihan ? karena seperti itulah Tuhan memperlakukan kita.
2. Menjadi teladan dengan meneladani Kristus, yang membalas kejahatan dengan kebaikan.

L
Bobby Leach, pd 1911, tokoh stuntman yang paling disegani, terjun ke air terjun Niagara dengan sebuah tong, namun suatu saat dia terpeleset kulit jeruk dan meninggal dunia.
1. Seringkali perdamaian rusak karena hal yang kecil
Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

M
Konteks dari 1 Petrus 3:8-12 adalah berbicara tentang karakteristik orang Kristen yaitu hidup dalam kasih dan damai diantara saudara seiman. Kita sering berpikir bahwa hidup damai berarti tidak hadirnya konflik. Seorang pembuat damai yang efektif ialah orang yang mengusahakan damai dengan membangun relasi yang baik dan tahu bahwa damai itu hasil dari sebuah komitmen. Pembuat damai mengantisipasi masalah dan berhubungan dengan masalah itu sebelum ia muncul. Tatkala masalah muncul, itu diselesaikan sedini mungkin, sebelum sampai membesar. Bagaimana hidup dalam kasih dan damai dalam gereja Tuhan?
1. Hidup dalam keharmonisan. Pada ayat 8, Petrus mendaftarkan empat kualitas hidup yang harus mewarnai karakter orang percaya. Kualitas-kualitas ini akan menolong orang percaya dalam melayani Allah secara efektif.
a. Simpati.
b. Mengasihi.
c. Berbelaskasihan.
d. Rendah hati.
2. Melepaskan hak untuk menuntut balas. Hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, soal membalas jahat dengan jahat; saling menjatuhkan dan saling membunuh, itu hal yang biasa. Namun hidup dalam kerajaan Allah soal membalas kejahatan itu bukanlah sikap dan gaya hidup orang percaya. Pada ayar 9, Petrus tegaskan bahwa orang percaya tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Itu adalah haknya Tuhan (Rm. 12:19). Pengampunan bukanlah hal yang adil. Sungguh tidak adil ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan juga tidak adil ketika Anda harus mengampuni orang lain. Langkah pertama dalam memaafkan adalah tidak mengambil tindakan penegakan keadilan secara pribadi. Biarlah Allah yang akan menjadi Hakim yang tidak memihak. Setiap kali anda teringat betapa anda telah disakiti, lepaskanlah ingatan itu. Sangatlah menyenangkan bisa tetap teguh. Saat Yesus ditanyai berapa kali kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, Dia menjawab 70 kali 7. Dengan kata lain, kita harus terus mengampuni, tanpa batas.
3. Menguasai perkataan kita agar menjadi berkat. Pada ayat 10, Petrus ingatkan kita agar berhati-hati dengan perkataan. Hidup mengontrol lidah juga dijelaskan dalam Yakobus 3:2-18. Dalam budaya Yahudi, mengajar adalah sebuah profesi yang dianggap sangat bernilai dan terhormat. Sehingga banyak orang Yahudi termasuk yang Kristen ingin menjadi guru. Namun Yakobus mengingatkan kita bahwa mengajar itu memiliki tanggung jawab yang besar. Karena perkataan dan teladan hidup kita akan mempengaruhi kehidupan rohani orang lain. Tuhan Yesus menegaskan hal yang sama dalam Matius 12:36-37, �Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." Semakin banyak kita berhasil control lidah/perkataan, semakin banyak kerusakan dapat dikurangi. Karena itu, mari kita control lidah atau perkataan kita. Jika kita adalah seorang guru atau pemimpin, apakah anda membawa dampak yang baik bagi mereka yang anda pimpin?

N
Standar moral orang percaya harus berbeda dengan standar umum, kalau dunia memiliki semboyan kejahatan di balas dengan kejahatan tetapi dalam pandangan iman Kristen kejahatan di balas dengan kasih. Dari perbedaan prinsip ini akan membawa hasil yang berbeda pula, kejahatan di balas dengan kejahatan akan menghasilkan dendam yang berkepanjangan tetapi kejahatan di balas dengan kasih akan membawa damai serta kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Karena kasih menutupi segala kebencian, amarah dan hawa nafsu manusia.
Kasih ilahi harus dijadikan dasar dalam hidup bersosialisasi baik dalam lingkungan orang percaya (gereja) terlebih dalam lingkungan masyarakat luas, sehingga memberikan ciri tersendiri bagi orang percaya. Sehingga orang lain melihat bahwa di dalam iman Kristen ada keunikan yang indah untuk diteladani dan di imani.

O
Hidup bersama dengan rukun dan damai merupakan dambaan bagi setiap orang. Untuk menciptakan hidup rukun dengan dilandasi kasih tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus ada perjungan dan pengorbanan. Pengorbanan apa? yaitu memwujudkan kasih persaudaraan dengan tulus. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kasih seperti yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Jika setiap orang percaya berusaha mewujudkan kasih itu maka hidup rukun bersama dalam damai pasti akan terjadi.

P
Adanya kasih dan damai, timbul dari kesadaran karena org itu mau merendahkan diri, disamping itu kedamaian juga berkaitan dengan keadilan. Keadilan memberikan andil didalam kedamaian, keadilan sendiri juga berdasarkan kasih. Olek karena itu Yesus selalu berbicara tentang Kasih, karena dengan kasih, ada kedamaian, dan karena kasih ada keadilan. Jadi kalau segalanya bermuara pada kasih, maka kita sudah mendatangkan kerajaan Allah.( Matius 5 : 9). Paulus mengatakan bahwa orng boleh memiliki segalanya, bahkan boleh berbicara dengan bahasa malaikat, namun, jika tidak ada kasih semuanya sia2.

Q
Mengapa orang Kristen harus membawa KASIH dan DAMAI?
Karena memang itulah yang diperintahkan YESUS.
Ciri seseorang yang telah memiliki KRISTUS adalah memiliki Kasih. Kasih bertolak belakang dengan Kebencian, Kasar, tidak mengampuni, tidak suka menolong, egois dsb. Sehingga, jika sesorang memiliki Kasih, dimanapun ia berada, dalam situasi apapun, berhadapan dengan tipe manusia apapun, pasti ada DAMAI.
Hanya dengan memiliki kerendahan hati, seseorang bisa memiliki kasih dan damai. Dengan sifat yang penuh kasih dan suka berdamai kita bisa menjadi berkat bagi lingkungan kita. Di rumah tangga, pekerjaan, dan dalam pelayanan kita.

R
Orang percaya harus mampu menghadirkan kasih dan damai yang sejati bagi dunia ini, agar olehnya dunia dapat berdamai dengan Allah. Sebagaimana Kristus hadir dalam sejarah umat manusia, Ia mampu memperlihatkan sebuah perbedaan kualitas hidup yang tiada taranya. Tuhan Yesus mampu menyentuh hati orang2 dalam lingkungannya dengan sentuhan kasihNya yang melimpah ruah. Ia memperlihatkan bagaimana caranya mengasihi orang berdosa dan mengampuni mereka. Bahkan dengan kasihNya tak terbatas Ia telah mengampuni orang yang telah menghina, memfitnah, menganiaya dan memusuhinya. Kehidupan kasih Yesus telah mendamaikan manusia dengan Allah. Bagaimana dengan kita?

S
Meskipun orang Kristen tidak mempunyai pemikiran yang sama dengan tepat, mereka harus memiliki Kasih diantara satu dengan yang lainnya. Jika seseorang ingin hidupnya nyaman di dunia, dan memiliki hidup kekal, ia harus menjaga lidahnya dari yang jahat dan dari kata2 yang menipu. Ia harus meninggalkan perbuatan yang jahat dan melakukan perbuatan yang baik, sehingga bisa mendatangkan damai sejahtera di antara sesama. Setiap orang meneladani kehidupan Yesus dan melakukan kebaikan dengan sempurna.

Kamis, 10 November 2011

Persaudaraan Karena Anugerah (1 Petrus 1:22-23)

Persaudaraan karena Anugerah
(1 Pet. 1:22-23)

PENDAHULUAN
- Latarbelakang Surat 1 Petrus pada umumnya dipahami bahwa Jemaat sedang mengalami penderitaan. Maka berita 1 Petrus merupakan tulisan yang membangun hidup umat Tuhan tetap dalam pengharapan dan berukacita
- Dalam perikop 1 Petrus 1:13-25 mengingatkan akan karya Allah di dalam Kristus yang menjadikan hidup umat Tuhan hari ini dalam hidup sebagai milik Allah dalam karya Keselamatan (lihat ayat 19)
- Panggilan persaudaraan dengan tuntutan ayat 22 �menyucikan diri dalam kebenaran� merupakan hal yang harus diusahakan dan diperjuangkan. Calvin menganggap bahwa kata-kata ini tidak menunjuk pada apa yang telah mereka lakukan, tetapi pada apa yang harus mereka lakukan. Tuntutan persaudaraan sebagai bagian pencerminan hidup yang semakin berkualitas dan berada dalam jalur yang mengalami pengudusan
- Persaudaraan karena anugerah:
� Tidak pura-pura namun penuh kesungguhan dalam kemurnian
� Bukan dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kekuatan Allah Roh Kudus dan memiliki iman bahwa dalam kebenaran itu akan tercipta persaudaraan karena anugerah didalam keadaan apapaun baik penderitaan ataupun kondisi hidup yang belum terpuaskan.
� Kasih persaudaraan memakai kata philia dalam pemahaman sebagai orang yang sama dikasihi Tuhan dan bukan karena ikatan yang lain (yang bisa berubah)
� Kasih merupakan cirri umat Tuhan yang tidak boleh dihilangkan dalam sikon apapun. Ikatannya kepada sebuah proses kualitas: kepeduliaan, pembangunan karakter dan grace karya Tuhan. Bukan menunggu signal orang lain untuk mengasihi.
� Ayat 23 menyakinkan bahwa karya Allah �melahirkan kembali� umat Tuhan sepertinya dahulu tidak mungkin namun sekarang nyata sudah menjadi umat Tuhan. Dengan demikian kasih persaudaraan dapat selalu tercipta dengan dasar anugerah.
Kasih persaudaraan tulus ikhlas yang berarti tidak ada kemunafikan. Oleh karena dalam sikon penderitaan ada kecenderungan mementingkan diri dan tercipta pertengkaran yang saling menyalahkan. Calvin: �tidak ada yang lebih sukar dari pada mengasihi sesama kita dalam ketulusan / kesungguhan. Karena kasih kepada diri kita sendiri memerintah / menguasai, yang penuh dengan kemunafikan; dan disamping itu, setiap orang menetapkan kasih yang ia tunjukkan kepada orang-orang lain, berdasarkan keuntungannya sendiri, dan bukan berdasarkan peraturan untuk berbuat baik.

MASUKAN DARI PARA ROHANIWAN

A
Ada 4 unsur supaya kasih dan persaudaraan dapat dilakukan:
1. Memiliki dasar yang sama, yaitu karya keselamatan dalam Kristus (ayt. 18). Sehingga melihat pusat persaudaraan itu bukan karena karya manusia tapi karna karya Kristus. (Ilustrasi: dasar yang sama hoby, kegiatan yang sama yang dapat menyatukan, tapi dalam kekristenan hanya Kristus yang sanggup menyatukan umat-Nya)
2. Memiliki karakter, yaitu kesucian (ayt. 15-16). Karena itu penekanan pada ego dan dosa tidak akan bisa membuat kelompok itu hidup dalam kasih persaudaraan.
3. Memiliki tujuan, yaitu ketaatan pada Firman Tuhan (ayt. 22). Firman Tuhan menata kehidupan umat-Nya dengan baik dan didasarkan pada kasih yang keluar dari hati, karena Tuhan sudah mengasihi kita terlebih dahulu.
4. Hasil, yaitu teguh berdiri (ayt. 23). Bila kita menjunjung tinggi Firman akan meneguhkan hidup kita, seringkali persaudaraan tidak tahan karena Firman tidak menjadi fondasi dalam kasih persaudaraan.

B
Bagaimana kita mengasihi dengan sungguh-sungguh:
1. Harus ada kelahiran baru dalam Tuhan
2. Hidup dalam ketaatan kebenaran Firman Tuhan
Mengasihi dengan tulus ikhlas yaitu tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, dan dinyatakan kepada sesama kita (bukan hanya keluarga, yang sederajat, yang sama dengan kita tapi semua orang yang ada disekeliling kita). Harus itu diingat bahwa kasih itu bukan mengasihani. Kasih adalah meletakkan orang itu dalam level yang sama bukan pada level yang lebih bawah sehingga kita cenderung untuk mengasihani bukan mengasihi mereka.

C
Ada 2 macam jemaat yaitu: ada jemaat yang bisa mempraktekkan kasih persaudaraan, dan ada jemaat yang belum bisa melakukannya. Kebanyakan yang bisa itu adalah Lansia karena lebih banyak waktu. Yang sulit adalah orang yang bekerja dan kaum muda, di mana mereka terlalu sibuk dengan kegiatan mereka. Tugas gereja adalah bagaimana kelompok yang tidak terjangkau ini semakin ditingkatkan untuk mengasihi sesamanya, bukan hanya keluarganya saja.

D
Surat Petrus
1. Berbicara teori : pasal 1-3
2. Bicara praktis pasal 4-5
Persaudaraan terbentuk :
1. Satu tujuan.
2. Terpanggil oleh karena penebusan. Penebusan dalam Kristus, sehingga dapat mempunyai hidup kudus, sehingga masuk dalam panggilan Allah dan dapat meninggalkan keegoan setiap pribadi.
3. Melihat FT bersama ttg adanya pengadilan/ penghakiman.
4. Perlu berpikir seperti Kristus, lih ps 4. Di mana hukum terutama ke dua yaitu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

E
Status yang baru dalam Kristus ini harus diaplikasikan dalam kehidupan berjemaat. Dalam konteks surat Petrus yang adalah jemaat yang menderita, maka kasih itu harus diaplikasikan kepada saudara seiman yang mengalami penderitaan hidup.
Menyampaikan 5 bahasa kasih kepada jemaat
1. Bisa bersama-sama
2. Memberikan pemberian, pujian, penguatan
3. Memberikan pelayanan
4. Bermisi.
5. Memberikan sentuhan fisik.

F
Bagaimana membangun persaudaraan yg tulus iklas:
Mengapa kita harus mengasihi:
- Pondasinya menerima Anugerah (lahir baru) : 23
� Sudah ditebus
� Sudah disucikan/ dikuduskan
- Aplikasinya dalam :22
� Sesuai dengan kebenaran FT.
� n dengan tulus ikhlas.
� Dapat mengasihi dengan segenap hati
Keuntungan dari gereja yang mengamalkan kasih persaudaraan:
- Memiliki pertumbuhan
- Meneladani Kristus

G
Mulai dari Film �Three Musketeers,� di mana persaudaraan yang indah dapat terwujud. Surat Petrus ini dimulai dari jemaat yang mengalami penderitaan, sehingga ada kemungkinan kalau jemaat hanya memikirkan dirinya sendiri. Selain hidup kudus, Rasul Petrus menekankan bukan hanya kekudusan hidup tapi juga kasih persaudaraan. Dasar dari kasih ini harus dilakukan adalah karena lahir baru, taat pada kebenaran dimana Firman yang hidup dan kekal itu harus dilaksanakan. Walaupun situasi dan kondisi yang tidak memadai, tapi terus diupayakan kepada sesama kita.
ABC : Jumlah jemaat, Building, Cash Flow
ABC : Attention, Building Character dan Community jauh lebih penting.

Kata-kata bijak: kasih merupakan suatu pilihan, walaupun kita tidak dimengerti . . . dihargai . . . oleh orang yang kita kasihi, tapi kasih Allah itu memampukan kita untuk mengasihi sesama kita. Kasih itu tidak dimulai dari orang yang kita kasihi, tapi dari hati kita untuk mereka. Kasih itu tidak dimulai dari untung rugi, tapi karena Tuhan yang ingin kita melakukan semua itu.

Kata-kata bijak: untuk menang atas penderitaan, kita tidak membutuhkan mukjizat Tuhan tapi kasih persaudaraan. Ayo kita giat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja.

H
1. Dilandaskan pada kebenaran
2. Mencampuri dengan nilai-nilai pribadi
3. Tidak tulus karena punya agenda pribadi.
4. Diusahakan

I
Kunci untuk mendapatkan persaudaraan yang tulus dengan sesama kita adalah kesucian serta hidup di dalam kebenaran Allah. Sebab dengan kesucian, kasih kita tidak munafik tetapi ada kemurnian untuk mengasihi orang lain. Sebab banyak contoh yang mengungkapkan relasi kebersamaan seseorang dengan yang lain cenderung manipulatif serta memiliki tendensi tertentu. Ini disebabkan hati kita dipenuhi dengan berbagai macam hawa nafsu, seperti kecemburuan, iri, dengki, amarah, perselisihan dll tetapi ditutupi dengan kasih yang palsu. Sehingga nampak secara luar kelihatannya baik tetapi di dalam kasih manusia diliputi kepalsuan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pembaharuan hidup oleh Roh Kudus untuk memulihkan kasih yang di miliki manusia supaya kasih kita menjadi kasih ilahi bukan kasih yang penuh dengan kapalsuan. (Ayat 16, �kuduslah kamu sebab Aku Kudus�).

J
Karya penebusan yang Kristus kerjakan untuk kita janganlah disia-siakan. Mari kita menghargai karya-Nya dengan hidup sebagai anak terang dan merealisasikan kasih-Nya kepada sesama dengan sungguh-sungguh.

Jumat, 04 November 2011

Menjadi Gereja Missioner (I Petrus 2:9-10)

Menjadi Gereja Missioner
1 Petrus 2:9-10

A
Surat 1 Petrus dikarang oleh Petrus yang memperkenalkan diri sebagai �Petrus, rasul Yesus Kristus� (1:1), dan sebagai �saksi penderitaan Kristus� (5:1). Selain kesaksian, surat ini mengandung banyak kesan dari kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Surat ini dialamatkan kepada sejumlah gereja di bagian Asia Kecil (kemungkinan besar orang-orang Kristen Yahudi), dan juga semua orang percaya di mana-mana tempat. Dan kemungkinan, Petrus ada di Roma ketika penganiayaan besar di bawah Kaisar Nero dimulai, dan banyak orang Kristen yang dibunuh oleh karena iman mereka.

Eksegese
Ayat 9: Bangsa yang terpilih : bangsa mengandung silsilah kekerabatan, tetapi dapat berarti perhubungan yang diarahkan baik kepada Allah maupun sesame manusia, sebagaimana diwujudkan dalam kelahiran baru (bdk. Ef 1:4; Yes 43:10, 20-21; 44:1-2). Di PL, bangsa Israel dikatakan umat pilihan, dan di PB, orang-orang percaya dipanggil sebagai orang-orang pilihan
Akar kata imamat, hieratyma, dalam PB tidak pernah dipakai untuk menggambarkan jabatan pendeta Kristen, melainkan kedudukan yang ada pada semua orang percaya (bdk. Why 1:6; Yes 61:6).
Bangsa yang kudus : mengandung arti panggilan yang mencerminkan keadaan Allah, yang telah memanggilnya (bdk. 1:16; Ul 28:9). Umat kepunyaan Allah : mengemukakan gambaran ketimuran kuno dari seorang yang dipertuan, yang mempunyai perbendaharaan khusus yang terpisah dari perbendaharaan Negara (bdk. Kel 19:5; Ti 2:14; Ul 4:20; 7:6; 14:2; Mal 3:17).
Ayat ini ada kaitannya dengan 2:5-6, yang menekankan tentang pelayanan rangkap yang mana umat Allah dipanggil untuk melakukannya :
1. Mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah
2. Memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada manusia

Ayat 10 : Pelayanan yang diberikan kepada Allah maupun kepada manusia, wajar muncul dalam diri orang Kristen bila dia mengerti bahwa semua berkat ini diberikan langsung dari anugrah yang diberikan Allah (bdk. Hos 1:8-2:1; 2:22).

B
Bagaimana jemaat bisa terlibat dalam pelayanan misi?
1. Mengimani panggilan Allah, ay 9b, �yang telah memanggil�. Abraham, Yesaya melayani Tuhan karena panggilan Allah.
2. Menyatakan perbuatan besar Allah. Dibagi 2, dalam ay 9a, menyatakan jati diri kita sebagai orang-orang kepunyaan Allah.

C
Petrus dalam ay 9 menegaskan kembali identitas orang Kristen dalam perantauan (diaspora), hidup di tengah-tengah orang yang tidak percaya, bisa kehilangan identitas mereka.

D
Gereja yang missioner, apa maksudnya? Kerap kali orang Kristen melihat misi itu sebagai hanya berita Injil, tugas penginjilan, dan berbagai aktivitas rohani guna menjangkau jiwa. Berbeda halnya dengan apa yang disampaikan oleh Petrus dimana tiap orang percaya hidup atas berkat dan anugerah Tuhan sendiri yang memampukan mereka dapat hidup di tengah berbagai pergumulan yang dihadapi. Disini misi berarti mengalami pengalaman pribadi atas anugerah Tuhan sehingga mereka dapat hidup ditengah pergumulan sehari-hari.

E
Melihat inti dari panggilan kita dimulai dari ay 4-5, kemudian panggilan kita ialah membawa mereka dari gelap kepada terang.

F
Di surat 1 Petrus ini mempunyai konteks yang panjang dan luas. Pasal 1-2, berbicara mengenai esensi hidup orang percaya yang menjadi bangsa yang kudus. Namun pada pasal 2 ayat 9, Petrus menjelaskan bagaimana orang percaya berlaku dalam proses kekudusan itu. Bagaimana caranya? Petrus menjelaskan �..

H
Seperti apa �gereja yang missioner� itu?
1. Proklamasi (gereja terpanggil untuk memproklamirkan Kristus kepada dunia),
2. Kesaksian (gereja terpanggil untuk hidup seperti Kristus di dunia dengan kesalehan dan keesaan-Nya), dan
3. Pelayanan (gereja terpanggil untuk melayani dan menjalani aksi-aksi sosial dengan kasih Kristus bagi dunia).
Rasul Petrus pun mengingatkan kita akan identitas diri kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus (1 Petrus 2:3), dan panggilan akan misi khusus yang diemban oleh saudara dan kita semua (dalam 1 Petrus 2: 5, 9) dalam peran sebagai imam dan tugas keimamatan (dengan penerapan praktis);
1. Reflect the holiness of God (menyatakan kekudusan Allah)
2. Offer spiritual sacrifices (mempersembahkan persembahan rohani �bdk Rm.12:1, Filipi 4:18, Ibrani 13:15-16) menjadi �batu hidup� -mempersembahkan hidup dan bukan materi belaka-
3. Intercede for man before God (menjadi mediator manusia, secara praktis menjadi pendoa)
Represent God before man (menjadi garam dan terang, sehingga manusia mengenal Allah, dan memimpin mereka untuk percaya dan mengenal Allah), menjadi �rumah rohani� dimana Allah tinggal dan memimpin hidup kita sehingga orang-orang yang dalam kegelapan dan ketersesatan menemukan jalan, kelepasan dan penghiburan.

I
Ada tiga hal penting,
1. Identitas diri orang percaya
2. Dampak orang percaya
3. Kekuatan setiap orang percaya

J
Bagian ini berbicara soal identitas, yaitu dipilih menjadi bangsa pilihan dan dikuduskan. Tidak hanya sampai disini, Petrus juga berbicara tentang umat pilihan Allah yang menyatakan kebesaran Allah, karyakeselamatan Allah, terang Allah

K
Allah mengasihi semua orang tetapi tidak semua orang dipilih Allah, sebab hanya sebagaian orang saja yang merespon anugerah keselamatan Allah. Banyak orang orang masih senang tinggal dalam kegelapan dunia, sehingga tidak mampu melihat anugerah Allah. Semua orang yang telah dipilih Allah menjadi anak-anak Allah serta menjadi umat kesayangan Allah. Allah memilih kita menjadi anakNya pasti ada rencana dan tujuan dalam hidup setiap orang percaya yaitu, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada semua orang yang masih hidup dalam kegelapan dunia ini. Sehingga orang lain juga mendapatkan anugerah keselamatan Allah.

L
Pilihan Allah terhadap umat-Nya adalah pilihan yang tidak pernah salah; meskipun orang-orang pilihan-Nya bukanlah orang sempurna. Allah punya maksud dan tujuan untuk setiap mereka. Kita adalah orang-orang yang dipilih Allah, Dia rindu kita memberitakan keajaiban karya-Nya.

M
1 Petrus 2:4-8? Petrus melukiskan gereja itu seperti sebuah rumah rohani yang hidup. Kristus sebagai fondasi dan batu penjurunya, kita sebagai batu-batu. Gereja dilukiskan juga sebagai sebuah tubuh. Kristus sebagai kepalanya dan setiap kita sebagai anggota tubuhnya (Ef. 4:15-16). Keduanya menekankan komunitas-perkumpulan. Jika hanya satu batu saja, tidak ada artinya. Demikian juga individualistik itu tidak ada gunanya, kita membutuhkan orang lain dan bergantung kepada orang lain dalam komunitas gereja. Ayat 10? Relasi kita dengan Kristus jauh lebih penting daripada segala pekerjaan yang kita lakukan, daripada kekayaan, keberhasilan dan hikmat kita. Kita sudah dipilih menjadi milik-Nya secara khusus. Kita dipanggil untuk menghadirkan/menyatakan Yesus kepada orang berdosa. Jadi nilai hidup kita ditentukan dari bersatunya kita dengan Allah sebagai anak-Nya. Itu bukan berasal dari pencapaian kita. Kita bernilai dan berharga karena apa yang Allah kerjakan bagi kita. Karena itu, sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus menjalankan visi dan misi Allah yang memanggil kita dan mengutus kita ke dalam dunia. Kunci untuk menjadi gereja yang misoner?
1. Mengerti dan tahu status kita sebagai: (A) Bangsa yang kudus? orang yang dipilih dari dunia supaya menjadi umat milik Tuhan sepenuhnya (Kis. 20:28; Tit. 2:14). (B) Imamat yang rajani? Ayat 9? dalam PL orang tidak bisa mendekati Allah secara langsung, ia harus melewati perantara seorang imam. Fungsi imam besar menjadi perantara Allah dan manusia berdosa. Namun lewat kemenangan Kristus di kayu salib, pola ini sudah berubah. Artinya: -semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Kristus; -semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus (ayt. 5, 9; 1:14-17); -semua orang percaya harus mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah termasuk; -semua orang percaya harus saling mendoakan; -semua orang percaya harus memberitakan firman Tuhan; -semua orang percaya dapat memimpin baptisan dan perjamuan kudus (Mat. 28:19; Luk. 22:19).
2. Memberitakan Inji keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran-Nya (Kel. 19:6; Yes. 42:1). Sekarang kita dapat langsung datang ke hadirat Allah tanpa rasa takut (Ibr. 4:16). Kita juga diberi tanggung jawab membawa orang lain kepadaNya (2Kor. 5:18-21). Tatkala kita bersatu dengan Kristus sebagai tubuh Kristus, kita menikmati pekerjaan keimaman-Nya mendamaikan Allah dan manusia.

N
Gereja yang missioner, haruslah merupakan sebuah gereja yang selalu mengedepankan amanat agung. Dan terus bersaksi tentang Kristus kepada dunia ini. Gereja Tuhan harus peduli kepada jiwa2 yang belum diselamatkan dari hukuman dosa, kita mulai dari yang terdekat (Yerusalem) sampai ke seluruh suku di dunia. Gereja Tuhan harus ikut menciptakan seorang murid Tuhan melalui program pemuridan yang baik. Gereja Tuhan harus menceritakan tentang Kristus dan karyaNya yang menyelamatkan manusia berdosa, dan membebaskan manusia dari murka Allah. Menjadi gereja yang missioner tidak boleh berhenti berkarya bagi dunia, sampai Tuhan Yesus datang untuk yang ke 2 kalinya. Dengan demikian tugas2 sebagai gereja missioner adalah menjadi saksi Tuhan dalam mengedepankan amanat agung. Tugas seorang saksi adalah mengalami kebenaran, menyatakan kebenaran, dan berdiri teguh di atas kebenaran dengan satu tujuan yaitu menyatakan bahwa karya Kristus yang menebus umat manusia berdosa merupakan sebuah kebutuhan utama dalam hidup manusia di dunia ini dan bukan sebuah pilihan.

O
Sesungguhnya, pekerjaan misi di dunia ini adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Bukan hanya menjadi tugas pribadi2 tertentu, yang terbeban dan mengkhususkan diri dalam melaksanakan tugas misi. Sejak semula rasul2 dalam arti utusan2 atau misionaris2 adalah bagian yang utuh dari tiap2 jemaat Kristen, karena karunia sebagai rasul merupakan bagian dari perlengkapan rohani tubuh Kristus. Jadi tanpa misionaris, gereja manapun tidaklah lengkap. Dengan adanya karunia rasul yang Allah berikan kepada anggota2 tertentu, berarti sekaligus merupakan tanggung jawab dan kewajiban gereja untuk memfasilitasi dan mengutus mereka. Sebab bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas misi jika mereka tidak di utus. Contohnya Paulus dan Barnabas yang di utus.

P
Tugas utama gereja adalah �Membritakan Kabar Keslamatan�. Gereja adalah orang2 yang telah mengalami keselamatan, yang disebut :
1.Bangsa yang terpilih
2.Imamat Rajani
3.Bangsa yang Kudus
4.Umat kepunyaan Allah.
Gereja bukan sekedar gedung, atau kegiatan yang begitu banyak, tetapi gereja harus selalu diingatkan bahwa apa tugas utamanya. Semua kegiatan yang ada dalam gereja harus selalu berorientasi pada tugas utama, yaitu Misi. Misi adalah hatinya Tuhan.
Gereja akan disebut gereja Misioner jika gereja tersebut melakukan apa yang menjadi hatinya Tuhan, yaitu : Pekerjaan Misi.

Jumat, 28 Oktober 2011

Sola Scriptura (2 Tim 3:15-17)

Sola Scriptura
2 Timotius 3:15-17

A
Sola Scriptura � �Hanya Kitab Suci� adalah suatu doktrin yg mengajar bahwa hanya di dalam Kitab Suci terdapat pengetahuan yg dibutuhkan untuk Keselamatan dan Pengudusan Walau tidak menyangkal otoritas lain yg membangun kehdiuapan orang Kristen, namn Sola Scriptura menuntut agar segala otoritas lainnya takluk di bawah Kitab Suci.
Keabsahan Kitab suci itu dimungkinkan oleh 2 hal: (1) Teks yang keunggulannya tidak diragukan, dan (2) Kesaksian pribadi Roh Kudus di dalam hati setiap orang.
Wesminster Confession of Faith: �Semua yg tertera di dalam Kitab suci tidak sama jelasnya, namun hal2 yg sangat penting untuk diketahui, dipercayai, dan ditaati, untuk keselamatan, telah dipaparkan dgn jelas di banyak bagian dalam Kitab Suci, shg baik org yg terpelajar, maupun yg sederhana, boleh mendapatkan pengertian yang cukup tentangnya.
Sola Scritpura mempunyai 3 (tiga) sifat: (1) Self-Authentication (2) self-Interpretation ((Scriptures interprets Scriptures); (3) Sel-Sufficient to be the final authority
Divine Inspiration � Wahyu Allah yang sempurna, tidak bercacat, tujuannya: (1) mengajar; (2) menyatakan kesalahan; (3) memperbaiki kelakuan; (4) mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16), sehingga tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk (2 Tim 3:17)
Keampuhan Firman Allah: (1) Yer 23:29, Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah FT dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (2) Ibr 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Diskusi:
1. Apa pendapat Anda tentang statement2 berikut ini?
� �Tuhan ampunilah kami karena kesibukan, kami kurang bersekutu denganMu�
� �Mari kita bicarakan susunan liturgy yang bukan bagian dari teologi�
� �Kelihatannya kita sepakat bahwa kita tidak menganut faham humanisme, namun perubahan dalam hidup kita harus mengandalkan Roh Kudus�

Kendala apakah yang menjadi kendala bagi kita dan jemaat sehingga seringkali tidak mampu menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?

2. Bagaimana kita menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?
John Hus Tokokh Reformator dari Bohemia, menghadirkan FT diantaranya, melalui partisipasi jemaat dalam sakramen perjamuan kudus (cawan dan roti), dan nynyian jemaaat. Semangat John Hus membakar hati Martin Luther.

B
Kendala diri kita sendiri karena tidak melakukan firman Tuhan. kita harus melakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita. menghadirkan firman Tuhan di dalam musik yaitu dengan menggunakan firman Tuhan dalam musik. kita juga bisa menggunakan website tentang firman Tuhan.

C
Menghadirkan firman Tuhan dalam pergumulan harus jangan lupa Tuhan. dan ketika kaya juga jangan lupa Tuhan. jadi, apapun yang kita alami jangan lupa Tuhan

D
Bersekutu dengan Tuhan adalah suatu kebutuhan. Adanya keinginan daging yang lebih besar, sehingga menghalangi taat kepada firman Tuhan.

E
Menghadirkan firman Tuhan melalui music yaitu bisa menyanyikan dengan lagu dengan benar.

F
Melakukan dan memberitakan firman Tuhan.

G
Liturgi harus tetap berdasarkan firman Tuhan. harus membangun dan menuntut diri kita untuk melakukan firman Tuhan,

H
membagikan firman Tuhan bukan hanya doctrinal, tetapi juga harus aplikatif. hamba Tuhan harus dunia remaja.

I
Menghadirkan firman Tuhan dalam teknologi.

J
Seringkali banyak orang yang memisahkan firman Tuhan dari kehidupan. Teologi adalah dasar, dan liturgy adalah bagian dari teologi. liturgy bisa berkembang dan berubah. Menghadirkan firman Tuhan dalam keluarga yaitu dengan mengadakan mezbah keluarga.

K
Menurut Paulus dalam konteks ini yaitu orang yang hidup benar itu akan menghadapi aniaya. Paulus mengatakan kepada Timotius agar terus berpegang pada firman Tuhan, bukan kepada orang lain (motivator). kenapa harus kembali kepada firman Tuhan?
1. Sumbernya Allah sendiri
2. Manfaatnya
3. Dan tujuannya

L
Kenapa sola scriptura muncul? itu ada asal dan sejarahnya. otoritas yang tertinggi bukan kepada sejarah gereja atau pemimpin gereja, tetapi otoritas tertinggi adalah firman Tuhan. Firman Tuhan harus mengubah kehidupan. Namun, manusia hidup untuk kepentingan diri sendiri dan dunia ini saja. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pusat dari kehidupan kita adalah kekekalan.

M
Kita harus back to the basic. Alkitab dipahami sangat firtual. Zaman ini juga adalah zaman firtual, yang membuat akhirnya tidak adanya personal touch dalam hidupnya dengan Alkitab. Teknologi maju tetapi tetap bahwa firman itu harus membawa kedekatan dengan Allah.


N
Timotius sejak kecil diajarkan bahwa firman Tuhan bermanfaat untuk:
1. memberi hikmat
2. menuntun kepada keselamatan
3. menuntun iman kepada Tuhan Yesus
Banyak jemaat yang tau tapi tidak mau melakukan. Jemaat harus dituntun.
� Kendala � kendala tidak dapat menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari - hari :
(a) Diri kita sendiri
(b) Ketidaktaatan kita
(c) Keinginan daging yang lebih besar
(d) Memiliki standard masing � masing
(e) Roh itu penurut daging itu lemah
(f) Hidup tidak mengutamakan Tuhan
(g) Sombong
(h) Kepentingan pribadi
(i) Mengutamakan keahlian dan pengetahuan kita
(j) Firman Tuhan hanya untuk disampaikan bukan untuk hidup kita sendiri
(k) Banyak kesibukan ( anak misalnya les )
(l) Sering memikirkan kehidupan sehari � hari

� Bagaimana menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari � hari :
(a) Tahu, tapi tidak melakukannya
(b) Setiap saat menghadirkan Firman Tuhan, susah dan senang
(c) Percaya bahwa semua tulisan itu ilham dari Allah
(d) Menumbuhkan kerinduan untuk membaca dan melakukannya
(e) Musik dan media massa
(f) Melakukan dan memberitakan
(g) Menuntut diri untuk membangun diri
(h) Allah bisa karena biasa ( di STT dipaksa, kemudian menjadi biasa )
(i) Memberikan kursus � kursus yang berkaitan dengan Alkitab
(j) Mengadakan mesbah keluarga ( misal dengan buku renungan keluarga GII )

� Beberapa cara praktis menghadirkan Firman Tuhan :
(a) Menciptakan lagu
(b) Membuat website yang memberkati
(c) Lagu yang berbobot dan teologi yang benar
(d) Hamba Tuhan masuk dalam media massa

O
Kata Sola Scriptura berasal dari bahasa Latin, sola artinya sendiri dan Scriptura artinya Alkitab, jadi arti harafiahnya hanya alkitab. Ini sebuah paham yang dianut oleh gereja-gereja reformasi dalam iman Kristen terkait dalam memperlakukan kitab sucinya, yaitu Alkitab karena praktik Gereja Katolik sudah menyimpang jauh dari ajaran Alkitab. Ini merupakan semboyan reformasi Kristen yang dicetuskan Martin Luther (1483-1546). Ia melihat kerusakan moral, korupsi, sikap hidup munafik yang bertentangan dengan Kitab Suci dari orang-orang yang menjadi pemimpin gereja. Puncaknya ketika membangun gedung gereja Basilea Santo Petrus di Vatikan Roma. Karena kekurangan dana, maka pihak gereja menjual surat pengampunan dosa (idulgensia) sebagai jalan pengampunan atas dosa. Untuk itu pihak gereja juga berusaha menyadarkan umat akan banyaknya dosa mereka sehingga mereka lebih banyak membeli surat pengampunan dosa.

Keadaan ini membuat Martin Luther pada tahun 1517, berani memprotes dan memakukan 95 pernyataan mengenai iman kepercayaan Kristen pada pintu gereja Wittenberg Jerman. Ia berani melawan apa yang salah dan menyatakan apa yang benar. Ia menyadari bahwa kerusakan gereja Roma Katolik hanya dapat diperbaiki jika doktrin dikembalikan kepada Alkitab. Karena otoritas hanya terdapat dalam Alkitab. Pada waktu kita kembali kepada Alkitab barulah kita menyadari dimana letaknya penyelewengan itu terjadi baik di dalam organisasi, upacara, tradisi, individu, kuasa politik, sosial, ekonomi, kebudayaan maupun dalam bidang lainnya. Hanya dengan tolak ukur pengajaran Alkitab, kita dapat menilai segala sesuatu. Karena itu kita perlu mengingatkan jemaat diminggu reformasi ini agar selalu rajin mempelajari Alkitab. Mengapa hanya Kitab Suci saja (sola scriptura)?

1. Karena Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan Roh Kudus yang berotoritas tertinggi.
2. Karena Alkitab dapat menuntun orang kepada keselamatan dalam iman kepada Kristus.
3. Karena Alkitab menjadi sumber pengajaran dan sebagai pedoman hidup bagi orang Kristen.
4. Karena Alkitab bermanfaat memperlengkapi orang Kristen untuk hidup benar dan kudus.

P
Peringatan Reformasi memiliki semangat yang mulia, untuk mengingatkan seluruh gereja dan orang percaya untuk kembali kepada kebenaran firman Tuhan. Sebab, Firman Tuhan menjadi dasar yang penting bagi gereja, pelayanan serta pertumbuhan gereja. Semangat ini harus terus dipelihara untuk dikobarkan supaya tidak padam ditelan waktu atau perkembangan jaman, sebab gejala ke arah itu semakin kuat dengan berkembangnya teknologi. Firman Tuhan tidak pernah lekang ditelan jaman dan tidak pernah habis digerus kemajuan teknologi, dalam kondisi keadaan apa pun firman Tuhan tetap up to date bagi seluruh kebutuhan manusia. Sebab Alkitab adalah kebenaran Ilahi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia, apa fungsi itu?
a. Untuk Menuntun pada Jalan Keselamatan.
setiap orang di sepanjang jaman membutuhkan keselamatan dari Allah, sebab semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Supaya manusia bisa masuk surga membutuhkan keselamatan dari Allah
b. Untuk Mengajarkan Kebenaran Allah.
dari status manusia yang berdosa manusia tidak tahu membedakan kehendak Allah mana yang baik, yang berkenan kepada Allah. Melalui Alkitab manusia dapat mengerti kehendak Allah dalam hidupnya untuk hidup sesuai panggilan Allah.
c. Sebagai Dasar Pelayanan dan Pekerjaan Allah.
Untuk melayani Allah harus di dasari dengan firman Allah supaya kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan kehendaki, tanpa firman Allah liarlah arah pelayanan karena setiap orang akan berpatokan pada kebebarannya masing-masing.

Q
Dasar pengajaran moral tertinggi adalah Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan seseorang mendapatkan hikmat, pengajaran, pengarahan, pendisiplinan dan keselamatan. Gereja harus terus menjaga agar pengajarannya senantiasa bersumber kepada kebenaran mutlak yaitu Alki
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India